Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. FOTO: MI/Bary Fathahilah
Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. FOTO: MI/Bary Fathahilah

Aspirasi Legislator soal BBM hingga Isu Minyak Goreng Patut Diapresiasi

Angga Bratadharma • 24 Juli 2022 08:04
Jakarta: Analis Digital Marketing Politik Bambang Haryanto menilai langkah DPR RI yang sekarang dipimpin Puan Maharani menyuarakan aspirasi seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), harga pupuk, hingga isu minyak goreng patut diapresiasi. Diharapkan kondisi ekonomi di Tanah Air bisa terus membaik meski tengah dihadapkan pada risiko global.
 
"Aktif menyuarakan aspirasi rakyat, misalnya, soal BBM, masalah perempuan dan anak, kelistrikan, harga pupuk, melawan kebijakan impor, isu minyak goreng, dan isu-isu lain. Ini pantas diapresiasi," klaim Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 24 Juli 2022.
 
Selain itu, RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang selama 30 tahun mengendap di DPR RI dan kini disahkan menjadi Undang-Undang (UU) juga patut diapresiasi. "RUU TPKS itu yang jelas-jelas sangat ditunggu masyarakat selama ini berhasil dieksekusi dengan baik sebagai UU. Ini jelas manfaatnya dirasakan rakyat," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Puan mendorong agar penyusunan upah minimum 2023 mempertimbangkan kenaikan berbagai kebutuhan pokok. Ia mengingatkan pentingnya memperkuat daya beli masyarakat yang sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pembahasan upah minimum 2023 yang akan dimulai pada Agustus dinilai membutuhkan terobosan sesuai kebutuhan saat ini.
Baca: Semester I 2022, Investasi Manufaktur Capai Rp230 triliun

"Kita harus bisa memperkuat daya beli masyarakat demi kepentingan pertumbuhan ekonomi negara. Salah satunya melalui kenaikan upah minimum bagi pekerja," kata Puan.
 
Menurut Puan, kenaikan inflasi yang menggerus daya beli masyarakat harus disiasati dengan pemberian kesesuaian upah minimum. "Fenomena tingginya berbagai kebutuhan pokok yang berpotensi semakin meningkat dapat memperburuk daya beli masyarakat. Jika kenaikan upah minimum sangat kecil, tentunya semakin berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
 
Rata-rata kenaikan upah minimum 2022 hanya 1,09 persen. Kenaikan upah minimum tahun ini di bawah inflasi yang terus meningkat dan diperkirakan menyentuh lima persen akhir tahun nanti. "Walaupun Indonesia diprediksi aman dari resesi, tapi negara harus memikirkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah," tuturnya.
 
"Harus ada intervensi dalam mengatasi naiknya harga-harga kebutuhan pokok," pungkas Puan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif