Ilustrasi. FOTO: Kementerian ESDM
Ilustrasi. FOTO: Kementerian ESDM

Biaya Operasional Blok Mahakam Kian Efisien

Ekonomi pertamina blok mahakam
Suci Sedya Utami • 05 Desember 2020 09:18
Jakarta: PT Pertamina (Persero) berupaya untuk menjalankan kegiatan hulu minyak dan gas bumi (migas) seefisien mungkin. Salah satu contoh nyata upaya efisiensi dalam operasional hulu bisa dilihat pada pengelolaan Blok Mahakam.
 
CEO Subholding Upstream Pertamina atau PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman Parhusip mengatakan efisiensi dilakukan oleh pekerja PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan menerapkan desain pengeboran sumur-sumur produksi yang mampu memangkas biaya.
 
"PHM melakukan desain pengeboran sumur sendiri dengan hasil yang memuaskan dan pemangkasan biaya bisa mencapai 40-50 persen," kata Budiman, dalam acara International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG) 2020, Jumat, 4 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan yang sama, General Manager PHM Agus Amperianto mengatakan biaya operasi tahun ini bisa ditekan lebih rendah dari yang telah dialokasikan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini. Dalam revisi RKAP biaya operasional dialokasikan sebesar USD947 juta. Anggaran ini bisa ditekan lagi lebih rendah menjadi USD750 juta.
 
"Biaya operasi PSC Pertamina Hulu Mahakam turun hingga 34 persen," kata Agus.
 
Selain biaya operasi, cost recovery juga bisa diturunkan dibandingkan dengan di 2019. Pada 2019 cost recovery yang dibayarkan negara sebesar USD22,9 per Barel Oil Equivalent (BOE). Sementara pada akhir 2021 pembayaran cost recovery diperkirakan hanya USD17,9 per BOE.
 
Menurut Agus dari data dan proyeksi yang ada efisiensi jelas menjadi poin utama yang dikejar PHM seiring dengan upaya menjaga kinerja produksi lapangan-lapangan di Blok Mahakam. Ia mengatakan umur-umur lapangan maupun fasilitas produksi di Mahakam sudah lebih dari 40 tahun atau berumur tua.
 
Dalam teori industri migas, umur lapangan maupun fasilitas produksi yang sudah tua memerlukan biaya yang lebih tinggi. "Usianya relatif tua. Ini berarti PSC Mahakam saat ini usia 46 tahun berada di fase paradoks mature field, sudah masuk declining. Biaya operasi meningkat karena operasi makin kompleks, jelas dia.
 
Untuk menjaga biaya operasi tidak membengkak setiap tahun ada ratusan inisiatif atau ide-ide baru yang dibahas, dikaji, dan diimplementasikan dalam operasional Blok Mahakam. Agus menjelaskan ada 10 inisiatif yang jadi kunci efisiensi PHM.
 
Inisiatif itu yakni sistem pengaturan pengoperasian kapal dan bahan bakar berdasarkan zonasi, optimalisasi perawatan sumur-sumur produksi, melakukan inspeksi dan menjaga operasi secara rutin, PHM menjalankan kegiatan konstruksi, manajamen perusahaan, dan optimasi kegiatan pengeboran.
 
Selain itu, optimalisasi pengopersian platform di wilayah rawa-rawa tanpa menganggu kelestarian lingkungan, optimalisasi supply chain, borderless operation atau berkolaborasi dengan perusahaan lain serta melakukan training secara virtual.
 
"Sekarang ini organisasni PHM lebih ramping, agile, dan sustain. Semua kegiatan di PHM untuk cost optimization tanpa jasa konsultan di luar," pungkas Agus.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif