Proyek pembangunan MRT dipastikan molor. Foto: Medcom.id/Syah Sabur.
Proyek pembangunan MRT dipastikan molor. Foto: Medcom.id/Syah Sabur.

Ini Dia Penyebab Utama Proyek MRT Fase Dua Molor

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 20 Oktober 2020 08:48
Jakarta: Pandemi covid-19 telah benar-benar berdampak pada proyek pembangunan MRT Jakarta, khususnya fase 2A (rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota). Proyek tersebut dipastikan akan molor dari jadwal semula karena adanya kendala paket kontrak.
 
Direktur Utama MRT William P Sabandar mengungkapkan hal tersebut, dalam Forum Jurnalis, yang digelar secara daring di Jakarta,Senin, 19 Oktober 2020.
 
Menurut William, salah satu penyebab utama adalah kondisi pandemi covid-19. Pandemi ini membuat kontraktor Jepang kesulitan mempersiapkan lelang karena ketidakpastian aktivitas akibat adanya berbagai pembatasan yang diterapkan Indonesia, khususnya Pemda DKI Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pembangunan MRT fase 2A ini mengalami perlambatan karena covid-19. Kontraktor Jepang minta waktu tender dimundurkan dan juga beberapa hal terkait dengan perizinan akses masuk karena pada saat pandemi akses jalan dibatasi," ujar William.
 
Dia menjelaskan pembangunan fase II terdapat kendala atas pengadaan paket kontrak CP202, CP205, dan CP206. Lalu ada, faktor minimnya keterlibatan dan ketertarikan kontraktor Jepang yang menyebabkan posisi tawar khususnya untuk paket railway systems dan rolling stock menjadi sangat tinggi.
 
Baca: Pembangunan MRT Fase 2 Terancam Mundur
 
Menurut William, tahapan operasional MRT Jakarta Fase 2A telah dibagi menjadi dua, yaitu segmen 1 Bundaran HI-Harmoni akan selesai direncanakan pada Maret 2025. Sedangkan tahapan operasional segmen 2 Harmoni-Kota kemungkinan besar akan bergeser ke pertengahan 2027.
 
"Per 30 September 2020 lalu, paket kontrak CP 201 yang mengerjakan pembangunan terowongan dari Stasiun Bundaran HI sampai dengan Stasiun Harmoni serta membangun dua stasiun, yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas telah mencapai 8,38 persen," ungkap dia.
 
William juga mengatakan, untuk target penyelesaian MRT Jakarta fase II Harmoni-Kota ini pun ditargetkan mundur ke 2027.
 
"Akibat adanya tender delay, tender kita ulang, di segmen 1 (Bundaran HI-Harmoni) itu sekali tender kita dapat. Di segmen dua itu ada dua kali tender delay. Sehingga segmen dua ini Harmoni Kota ditargetkan bergeser ke pertengahan 2027 atau lebih," kata William.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif