Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat mengunjungi pertambakan udang Bumi Dipasena, Lampung. Foto: MI/Insi Nantika Jelita
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki saat mengunjungi pertambakan udang Bumi Dipasena, Lampung. Foto: MI/Insi Nantika Jelita

Teten Optimistis Bisa Kembalikan Kejayaan Tambak Udang Dipasena

Ekonomi Kementerian Koperasi dan UKM Budi Daya Udang
Insi Nantika Jelita • 28 Februari 2021 12:05
Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan untuk membangkitkan pertambakan udang Bumi Dipasena, Lampung dibutuhkan kemitraan baik dalam bentuk rantai pasok maupun permodalan.
 
Hal tersebut disampaikan Teten saat berada di Kantor Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Tulang Bawang, Lampung.
 
"Sekarang saatnya bagaimana Dipasena dibangkitkan kejayaannya kembali. Pak Presiden Joko Widodo sudah memberi arahan untuk meningkatkan ini, karena termasuk prioritas kerja," ungkap Teten dilansir dari Mediaindonesia.com, Minggu, 28 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teten menegaskan, pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menargetkan produksi udang terbesar ketiga di dunia ini.
 
Diketahui, dengan luas lahan hingga 16.250 hektare, Bumi Dipasena pernah menjadi kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara pada 1990-an dengan bisa memproduksi rata-rata 200 ton per hari. Namun, setahun terakhir produksi udang jenis vaname di kawasan tambak itu hanya mencapai 80 ton per hari.
 
"Tambak Dipasena ini sama-sama kita bangun menjadi kekuatan udang yang besar. Yang diperlukan sekarang ialah penguatan kelembagaan, mendorong koperasi yang ada serta pembiayaan Yang dikondosolikan dengan perbankan dan koperasi," jelas Teten.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen P3UW Aprianto mengatakan, pihaknya membutuhkan permodalan dari pemerintah untuk meningkatkan produksi udang dan pemasaran ke pasar lebih luas lagi. Adapun P3UW merupakan tempat pengumpulan modal bersama dari petambak plasma.
 
Menurutnya, rata-rata modal yang dibutuhkan petambak udang saat ini ialah Rp30 juta hingga Rp50 juta.
 
"Kendala kami memang di permodalan. Selama ini modal ada dari sendiri dan ada yang sistem binaan atau bagi hasil, Kita berharap dapat bantuan dari untuk membangkitkan perekonomian kami," imbuhnya.
 
Disatu sisi, dia juga menyebut, sejak Bumi Dipasena mendapatkan aliran listrik dari PLN pada Maret 2020, petambak udang di Dipasena perlahan bangkit dalam panen udang vaname, yang sebelumnya memproduksi 40 hingga 50 ton per hari, meningkat menjadi 80 ton per hari.
 
Hal ini, kata Aprianto, mesti digenjot kedepannya. Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Winarti menuturkan, pihaknya berusaha mendukung kegiatan UMKM dan koperasi di wilayahnya. Menurutnya, lebih dari Rp9 miliar, pemerintah mengucurkan dana bantuan untuk mendukung keberlanjutan UMKM dan koperasi.
 
"Setiap kampung diberikan 40 juta. Kita latih para UMKM, kita bangkitkan umkm dengan dibantu 20 juta per kelompok yang tersebar di 151 kampung. Total ada 400 lebih kelompok UMKM yang kita berdayakan," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif