Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Metro TV
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto: Metro TV

4 Strategi Utama Menteri ESDM Capai Target Produksi Satu Juta Barel

Ekonomi migas kebijakan energi Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 28 Juli 2021 16:36
Jakarta: Indonesia memiliki target untuk meningkatkan produksi minyak menjadi sebesar satu juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (bcfd) di 2030.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap tahun ini dapat menjadi tahun pembuktian ketangguhan industri hulu migas dalam mempertahankan produksi migas guna mencapai target tersebut. Meski diakui tahun ini diakui sebagai tahun yang cukup menantang.
 
Arifin pun menyampaikan empat strategi utama yang perlu dilakukan dan diupayakan oleh seluruh pelaku industri hulu migas dalam mencapai target tersebut. Pertama, mempertahankan level produksi saat ini melalui optimasi produksi pada lapangan existing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui manajemen yang baik, pelaksanaan program kerja yang agresif, masif serta efektif dan efisien, transisi Wilayah Kerja (WK) alih kelola secara cepat dan efektif, serta reaktivasi lapangan tidak berproduksi menjadi kunci untuk menahan laju penurunan produksi alamiah di berbagai lapangan migas dengan kondisi mature/brownfield," kata Arifin dalam keterangan resmi, Kamis, 28 Juli 2021.
 
Upaya yang kedua, lanjut dia, transformasi contingent resources menjadi produksi melalui pengawasan dan pengendalian yang baik terhadap pelaksanaan rencana pengembangan lapangan yang telah disetujui hingga percepatan monetisasi lapangan-lapangan yang belum dikembangkan.
 
"Selain itu, diperlukan pula perhatian khusus untuk pengembangan migas non-konvensional di Indonesia," tutur dia.
 
Ketiga, percepatan penerapan produksi tahap lanjut baik secondary maupun tertiary recovery yang diharapkan untuk dapat memberikan kontribusi tambahan produksi minyak bumi nasional.
 
"Untuk mewujudkan cita-cita di 2030, maka beberapa proyek EOR harus segera direncanakan dan dieksekusi. Pemerintah juga mendorong KKKS untuk menjalin kerja sama strategis dengan pihak lain yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengembangan dan penerapan EOR," ujar Arifin.
 
Upaya keempat adalah peningkatan dan percepatan eksplorasi. Hal tersebut menjadi strategi yang tidak kalah penting dalam upaya peningkatan produksi migas nasional.
 
"Pemerintah akan senantiasa mendorong peningkatan kegiatan akuisisi dan kualitas data migas secara terintegrasi sehingga dapat menunjang kegiatan eksplorasi dan investasi hulu migas di Indonesia," ulas dia.
 
Selain itu, Pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) di wilayah terbuka serta keterbukaan akses data hulu migas juga menjadi salah satu upaya kunci untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi hulu migas di Indonesia.
 
Arifin juga meminta SKK Migas untuk terus melanjutkan perbaikan tata kelola hulu migas agar lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mencapai target yang maksimal.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif