Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)
Ilustrasi. (Foto: Dok. Kementan)

Semarang Memasuki Puncak Panen Padi

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 10 April 2020 22:12
Semarang: Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, Kabupaten Semarang terus melakukan panen padi. Puncak panen diperkirakan pada April hingga Mei 2020. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras di tengah pandemik covid-19.
 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengatakan, luas panen padi di Kabupaten Semarang pada April ini tercatat sekitar 4.800 hektare (ha). Jauh lebih tinggi dibandingkan Maret 2.800 ha. Pada Mei prediksinya masih ada panen raya sekitar 2.600 ha.
 
"Dari luas panen tersebut, produksi padi di Kabupaten Semarang bulan ini akan tercapai sekitar 23 ribu ton gabah kering giling (GKG), atau setara 13.600 ton beras dengan harga sekitar Rp4.200 per kg," ujar Wigati, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 10 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu wilayah yang tengah melakukan panen raya padi adalah Kecamatan Kaliwungu. Kecamatan ini pada April ini akan melakukan panen seluas 483 ha yang tersebar di delapan desa.
 
Dengan produktivitas rata-rata sebesar 7,9 ton per ha, maka Kecamatan Kaliwungu akan memberikan kontribusi produksi padi untuk Kebupaten Semarang sebesar 3.815 ton GKG.
 
"Oleh karena itu, agar setelah panen segera lakukan gerakan percepatan pengolahan tanah dan tanam kembali. Hal ini karena sebentar lagi memasuki masa tanam kedua dan mengantisipasi kekurangan air karena akan memasuki musim kemarau," ujarnya.
 
Sunu mengapresiasi semangat petani, khususnya kelompok tani Haur Tutul yang telah berkontribusi terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Semarang. “Keberhasilan ini semua tidak terlepas dari dukungan Bupati Semarang serta bimbingan dari jajaran dinas pertanian. Terutama para penyuluh pertanian," ujar dia.
 
Dalam melaksanakan budidaya pertanian, khususnya di tengah wabah covid-19, Sunu menuturkan bahwa Dinas Pertanian selalu mengingatkan agar para petani selalu menerapkan social distancing dan social physical.
 
“Para penyuluh di lapangan meminta petani tidak berkerumun dan mengatur jarak antar petani. Minimal satu hingga dua meter, serta himbauan untuk selalu memakai masker,” kata Sunu.
 
Sunu mengungkapkan, upaya yang dilakukan di daerahnya tentunya mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian (Kementan). Untuk Kecamatan Kaliwungu saja sudah banyak bantuan yang diterima mulai dari bibit, alat mesin pertanian (alsintan), mesin penggilingan/RMU dan bantuan asuransi, hingga dana kredit usaha rakyat (KUR).
 
"Yang paling penting adalah sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun pertanian. Kami ingin masa panen raya seperti saat ini masyarakat memperoleh pangan dengan mudah, namun petani tetap mendapatkan harga yang menguntungkan,” katanya.
 
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan, panen raya di Kabupaten Semarang sudah dimulai sejak Maret. Semarang termasuk salah satu sentra padi Provinsi Jawa Tengah dan nasional. Kementan menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19 dan petani tetap panen untuk menghasilkan beras berkualitas.
 
“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pertanian atau penyediaan pangan tidak boleh berhenti, terutama dalam melawan masa wabah virus korona. Ini saatnya kita menjadi pahlawan pangan untuk menyelamatkan bangsa. Pastikan jangan sampai ada pangan yang tertahan," ujarnya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif