NEWSTICKER
Bright Gas. FOTO: dokumentasi Pertamina.
Bright Gas. FOTO: dokumentasi Pertamina.

Pertamina Beri Diskon Layanan Pesan Antar LPG Nonsubsidi

Ekonomi pertamina gas elpiji virus corona
Suci Sedya Utami • 26 Maret 2020 13:46
Bandung: PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III memberikan promo diskon sebesar 25 persen dan gratis biaya pengantaran atau ongkos pengiriman (ongkir) untuk pemesaan LPG nonsubsisi Bright Gas melalui call center 135.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, promo tersebut ditujukan untuk konsumen yang berada di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur. Promo berlaku sejak 20 Maret hingga akhir Maret.
 
Dewi mengatakan promo diberikan sebagai dukungan Pertamina pada upaya pemerintah yang mengimbau agar masyarakat membatasi mobilisasi di luar rumah dan melakukan social distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus covid-19. Guna memudahkan masyarakat, Pertamina pun telah memberlakukan alternatif layanan pesan antar pembelian produk melalui call center.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagai bentuk dukungan pada himbauan Pemerintah terkait social distancing, Pertamina memberikan promo diskon sebesar 25 persen dan gratis biaya pengantaran," kata Dewi dalam keterangan resmi, Kamis, 26 Maret 2020.
 
Harga produk isi Bright Gas 5,5 Kg Rp 65 ribu dan Rp 141.700 Untuk Bright Gas 12 Kg. Dalam kondisi normal, biaya pengantaran sebesar Rp8.000 untuk Bright Gas 5,5 kg dan Rp15 ribu untuk Bright Gas 12 kg.
 
Dewi mengatakan selama bulan Maret berjalan hingga pekan ini, khusus di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur terjadi peningkatan konsumsi rata-rata 14 persen untuk produk LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 KG dan 12 Kg.
 
Kenaikan terjadi seiring dengan imbauan pemerintah agar masyarakat membatasi mobilisasi keluar rumah, bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah, sehingga masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah termasuk untuk memasak.
 
Sementara itu, pasokan LPG Subsidi 3 Kg di wilayah Bandung Raya, Sumedang dan Priangan Timur naik hampir tiga persen dari konsumsi normal menjadi 1.052 Metrik Ton (MT) per hari. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya aktivitas memasak masyarakat di rumah.
 
Namun, di sisi lain, khususnya sektor usaha mikro, konsumsi LPG tiga Kg cenderung menurun, mengingat banyak pengusaha makanan kategori mikro yang biasa berjualan di sekitar perkantoran, sekolah dan fasilitas umum mulai mengurangi aktivitasnya.
 
"Kami selalu memastikan pasokan LPG PSO ini cukup bagi masyarakat. Selain agen dan pangkalan LPG kami tetap beroperasi selama masa bekerja dari rumah ini, Pertamina juga selalu melakukan pengecekan stok dan pasokan," jelas Dewi.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif