Direktur Utama PLN Zukifli Zaini. Foto : MI.
Direktur Utama PLN Zukifli Zaini. Foto : MI.

Tingkatkan Penjualan Listrik Cara PLN Perbaiki Kinerja Keuangan

Ekonomi PLN pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 18 November 2020 17:37
Jakarta: PT PLN (Persero) berupaya untuk memperbaiki kinerja keuangan yang tergerus di tengah badai pandemi covid-19. Sepanjang sembilan bulan di 2020, perusahaan setrum negara ini mencatatkan kerugian.
 
Direktur Utama PLN Zukifli Zaini mengatakan perseroan berupaya untuk meningkatkan pendapatan lebih tinggi sehingga bisa mengompensasi kerugian yang diderita. Ia bilang salah satunya dengan meningkatkan penjualan listrik.
 
"PLN terus berusaha mencapai kinerja keuangan dan operasional yang sehat antara lain dengan meningkatkan pendapatan dengan cara peningkatan penjualan listrik untuk pelanggan besar," kata Zulkifli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, upaya efisiensi juga ditingkatkan dengan mengonversi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai bahan bakar pembangkit menjadi pembangkit yang berbasis energi baru terbarukan (EBT). Diyakininya, konversi ini akan menurunkan biaya penggunaan energi primer.
 
"Selain itu, kami juga mengupayakan untuk DMO batu bara dan gas dalam rangka kepastian biaya dan sumber energi primer," tutur mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini.
 
Sepanjang Januari-September, PLN mencatatkan kerugian sebesar Rp12,17 triliun kendati secara pendapatan usaha PLN mencatatkan kenaikan dari Rp209,3 triliun di periode yang sama tahun lalu menjadi Rp212,2 triliun hingga September 2020. Padahal, hingga kuartal ketiga 2019, PLN mencatatkan laba sebesar Rp10,8 triliun.
 
Kerugian tersebut disebabkan oleh beban usaha yang mencapai Rp223,8 triliun yang berasal dari biaya bahan bakar dan pelumas sebesar Rp82,2 triliun, pembelian tenaga listrik dari IPP sebesar Rp74,8 triliun atau meningkat dari Rp61,8 triliun hingga September tahun lalu.
 
Kemudian biaya sewa Rp2,4 triliun, biaya pemeliharaan Rp13,8 triliun, biaya kepegawaian Rp16,6 triliun, penyusutan aset tetap Rp27,1 triliun, penyusutan aset hak guna Rp2 triliun dan lain-lain Rp4,6 triliun.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif