BPS. Foto : MI.
BPS. Foto : MI.

BPS: Impor Bahan Baku Meningkat 7,24%

Ekonomi impor BPS
Ilham wibowo • 15 Oktober 2020 14:46
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada September 2020 senilai USD11,57 miliar atau naik 7,71 persen dibandingkan Agustus 2020. Aktivitas impor tersebut didominasi pada pengadaan bahan baku/penolong selama September 2020.
 
Kepala BPS Suhariyanto memaparkan bahwa selama September 2020 terjadi peningkatan impor pada bahan baku/penolong senilai USD560,6 juta atau 7,23 persen (month to month/mtm). Peningkatan juga dialami kelompok barang modal senilai USD341 juta atau 19,01 persen dan impor barang konsumsi turun USD73,1 juta atau 6,12 persen.
 
"Impor bahan baku dan barang modal mulai bergeliat," kata Suhariyanto, dalam video telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara kumulatif Januari-September 2020, kelompok bahan baku/penolong berperan sebesar 73,48 persen dari total impor RI senilai USD103.680 juta. Sementara kelompok barang modal berkontribusi sebesar 16,29 persen dan konsumsi 10,23 persen.
 
"Selama Januari-September 2020, nilai impor ketiga golongan penggunaan barang tersebut mengalami penurunan USD22.988,6 juta atau 18,15 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," tuturnya.
 
Adapun peningkatan impor golongan mesin dan peralatan mekanis selama September 2020 senilai USD104,2 juta atau 6,28 persen mtm. Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar masih didominasi Tiongkok, Jepang dan Singapura.
 
"Selama Januari-September 2020 impor dari Tiongkok senilai USD28,22 miliar atau 30,32 persen, Jepang USD8,08 miliar atau 8,68 persen, dan Singapura USD6,03 miliar atau 6,48 persen," tuturnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif