Gedung Kementerian ESDM turut menjadi sasaran amuk massa demo UU Cipta Kerja - - Foto: Istimewa
Gedung Kementerian ESDM turut menjadi sasaran amuk massa demo UU Cipta Kerja - - Foto: Istimewa

5 Laptop Dijarah dan 8 Mobil di Kementerian ESDM Dirusak Massa

Ekonomi unjuk rasa Kementerian ESDM Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Suci Sedya Utami • 09 Oktober 2020 15:50
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkalkulasi potensi kerugian akibat aksi demo menolak Undang-undang Cipta Kerja. Massa aksi menerobos masuk dan merusak berbagai fasilitas di gedung kementerian tersebut.
 
Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan setidaknya delapan mobil yang terparkir di lingkungan Kementerian ESDM rusak menjadi sasaran amuk massa.
 
"Delapan mobil yang kena, mobil pelat merah sama ada dua mobil pribadi," kata Agung padaMedcom.id, Jumat, 9 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setidaknya pintu dan dinding kaca di Lobby Gedung Chairul Saleh hancur berkeping-keping. Bahkan massa juga menerobos masuk ke Ruang Sarulla di gedung tersebut yang biasa digunakan sebagai aula pertemuan. Mereka merusak kursi-kursi pertemuan hingga pembatas ruangan.
 
Massa turut melempari kaca Gedung Heritage yang merupakan gedung ruang Menteri ESDM Arifin Tasrif berkantor. Massa pun menembus masuk ke dalam ruangan gedung serta melempari fasilitas masjid kementerian. Selain menerobos masuk, mereka juga menjarah barang-barang di ruangan gedung tersebut.
 
"Sementara ini yang kita tahu ada laptop yang dijarah, jumlahnya sedang diinventarisir, tapi mungkin ada lima laptop. Potensi kerugian juga masih dihitung," tutur Agung.
 
Meski demikian, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Sebab, Menteri ESDM Arifin Tasrif beserta para pegawai sudah terlebih dahulu keluar dari kantor saat kejadian. Sarana dan prasarana yang rusak sudah mulai diperbaiki hari ini.

 
"Kejadiannya sekitar pukul 14.30 WIB, yang jelas kita sudah disuruh pulang semua jam satuan (13.00 WIB) karena suasana enggak kondusif melihat massa yang banyak," jelas Agung.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif