BRI. Foto : MI/ANGGA.
BRI. Foto : MI/ANGGA.

BRI Bantu UMKM Lawan Covid-19

Ekonomi bri umkm
Eko Nordiansyah • 17 Mei 2020 10:59
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan bantuan bagi mitra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak selama masa pandemi covid-19. Bagi debitur UMKM yang terdampak bisa mengajukan restrukturisasi kredit agar mendapat keringanan.
 
VP Micro Business Policy BRI Fita Arisanti mengatakan saat ini sudah ada sekitar 1,5 juta nasabah UMKM BRI yang mendapat restrukturisasi kredit. Mereka mendapat keringanan cicilan sampai penundaan bayar bunga dan pokok sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
 
"Jadi kalau kondisi sekarang untuk UMKM yang kemarin dapat permodalan, dengan kondisi sekarang mengalami gangguan cash flow tinggal datang ke account officernya nanti angsurannya diperbaiki supaya lebih panjang," kata dia dalam bincang UMKM BRInovasi #DariRumah, Sabtu malam, 16 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya memberikan restrukturisasi, BRI juga membantu pelaku UMKM yang kesulitan memasarkan produknya akibat pembatasan sosial masyarakat. Misalnya dengan membuat website pasarpalu.com bagi UMKM binaan BRI cabang Palu untuk memasarkan dagangan secara fleksibel lewat online.
 
"Kita bantu buatkan websitenya supaya para pedagang bisa memanfaatkan jualan online. Jualan online awalnya memang enggak gampang, teman-teman dari BRI juga mendapingi. Dan yang dilakukan di Palu sudah mulai direplikasi di tempat lain," ungkapnya.
 
Dirinya menambahkan BRI memberi pelatihan kepada para pelaku UMKM untuk bisa memasarkan produknya secara online. Pelatihan seperti memfoto produk dan pengemasan diberikan agar UMKM bisa menarik konsumen meski penjualan dilakukan melalui digital platform.
 
Selain itu, BRI juga memiliki inovasi berupa Indonesia Mall yang menjadi wadah UMKM mempromosikan produknya lewat e-commerce. Bahkan layanan ini juga sudah bekerja sama dengan e-commerce asal Singapura agar para pelaku UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
 
"UMKM yang belum mempunyai kemampuan bisa daftar, sehingga UMKM cukup memikirkan produksinya saja. Nanti tinggal promosinya oleh Indonesian mall yang ada di sejumlah marketplace di Indonesia, dan ada juga di Singapura. Sekarang sudah ada 11 ribu UMKM yang bergabung," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif