Industri manufaktur. Foto: Antara/Aloysius Djarot
Industri manufaktur. Foto: Antara/Aloysius Djarot

Pasar Domestik Digenjot Atasi Menurunnya Permintaan Global

Ekonomi kementerian perindustrian industri manufaktur
Ilham wibowo • 29 Juni 2020 16:14
Jakarta: Pemerintah memperkuat strategi agar pasar domestik bisa banyak menyerap produk industri dalam negeri. Sejumlah langkah telah digulirkan mengantisipasi kondisi perekonomian global yang kian dinamis akibat pandemi covid-19.
 
"Penting bagi kita untuk segera menyiasatinya, seperti turunnya permintaan global terhadap produk-produk industri manufaktur," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulisnya, Senin, 29 Juni 2020.
 
Menurut Agus langkah strategis yang dijalankan yakni dengan menerapkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk memastikan belanja kementerian dan lembaga. Kemudian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar bisa memprioritaskan pada produk nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, pemerintah mengimplementasikan instrumen pengendalian impor, antara lain melalui pembuatan dashboard supply-demand domestik untuk produksi industri dalam negeri, yakni dengan menerapkan safeguard, penguatan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan implementasi larangan terbatas.
 
"Sangat penting untuk melindungi pasar dalam negeri dari serbuan produk impor. Selain itu, pada 2022, kami berupaya untuk mewujudkan substitusi impor sebesar 35 persen untuk mendorong kemandirian industri nasional," ungkap Agus.
 
Melalui upaya-upaya tersebut, Agus optimistis, Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia dapat kembali bangkit, seperti capaian pada Februari 2020 yang berada di level ekspansif sebesar 51,9.
 
"Apabila kondisi kedaruratan kesehatan sudah selesai dan vaksin untuk covid-19 sudah ditemukan dan didistribusikan secara massal, kami yakin posisi PMI kita dapat rebound seperti semula," imbuhnya.
 
Agus menegaskan, pihaknya saat ini fokus memacu aktivitas industri yang produktif dan aman agar cepat kondisi perekonomian nasional kembali pulih. Dengan prinsip ini, produktivitas masyarakat dan industri serta penerapan protokol kesehatan harus dapat berjalan secara beriringan.
 
“Gagasan ini merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan juga memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sehingga secara bertahap dapat segera memulihkan sektor industri manufaktur,” paparnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif