IKM Logam otomotif yang terdampak pandemi covid-19 - - Foto: Antara/ Oky Lukmansyah
IKM Logam otomotif yang terdampak pandemi covid-19 - - Foto: Antara/ Oky Lukmansyah

Program Restrukturisasi Mesin IKM Dibuka hingga 11 Oktober

Ekonomi industri kecil menengah kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 03 Juli 2020 17:49
Jakarta: Kementerian Perindustrian menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp6,5 miliar untuk pengajuan permohonan program restrukturisasi mesin periode 2020. Kegiatan pemulihan ekonomi di sektor industri kecil menengah (IKM) ini dibuka hingga 11 Oktober.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih memaparkan selama periode 2015-2019, pihaknya telah menyalurkan bantuan restrukturisasi mesin dan peralatan dengan total nilai sebesar Rp46 miliar bagi 427 pelaku IKM. Program ini cukup bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas usaha.
 
"Program restrukturisasi mesin dan peralatan menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk menggairahkan kembali bisnis mereka sekaligus meningkatkan daya saing," ujar Gati melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 3 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program restrukturisasi ini merupakan potongan harga pembelian mesin dan peralatan kepada pelaku IKM yang membeli mesin baru. Besaran potongan yang diberikan sebesar 30 persen untuk mesin buatan dalam negeri, dan 25 persen untuk mesin impor dengan nilai potongan paling sedikit Rp5 juta, serta paling besar Rp300 juta per perusahaan.
 
Menurutnya program tersebut mampu mendorong sektor IKM untuk melakukan peremajaan mesin sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, IKM yang ingin berkembang akan terbantu khususnya dalam segi pembiayaan.
 
"Melalui program ini, diharapkan akan terjadi peningkatan teknologi produksi dan produktivitas pelaku IKM," tutur dia.
 
Adapun pendaftaran pada program tersebut cukup dengan mengajukan proposal restrukturisasi mesin atau peralatan kepada Ditjen IKMA Kemenperin. Penggantian akan diberikan setelah verifikasi terpenuhi.
 
"Jadi, IKM beli dahulu mesinnya, bayar sendiri 100 persen. Setelah itu reimbursement. Kami akan cek administrasinya dan juga nanti dikunjungi tim verifikator untuk melihat kebenaran perusahaannya, mesin barunya, dan tidak dipindahtangankan," paparnya.
 
IKM Rafles misalnya telah menerima fasilitas program restrukturisasi dari Kemenperin dengan nilai uang penggantian maksimum sebesar Rp300 juta. IKM asal Bogor ini memproduksi pie talas Bogor dengan menggunakan bahan tepung talas sebagai produk andalannya.

 
"Mereka mengajukan proposal untuk mengikuti program fasilitasi restrukturisasi mesin dan peralatan di Ditjen IKMA Kemenperin pada tahun 2019, setelah sebelumnya membeli mesin pie otomatis dari Jepang yang dapat memproduksi sebanyak 2.500 pie per jam," pungkasnya.
 

(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif