Jamur Enoki di Pasar. Foto ; Medcom/Zaenal Arifin.
Jamur Enoki di Pasar. Foto ; Medcom/Zaenal Arifin.

Kementan Anjurkan Konsumsi Jamur Enoki dalam Kondisi Matang

Ekonomi Jamur Enoki
Ilham wibowo • 01 Juli 2020 14:40
Jakarta: Jamur enoki yang masih beredar masih bisa dikonsumsi dengan memperhatikan sajian menu. Proses memasak yang benar akan memperkecil peluang terjadinya masalah kesehatan dari bakteri listeria monocytogenes.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi menyebut bahwa pihaknya telah mengawasi peredaran jamur enoki terkontaminasi bakteri yang diproduksi oleh Green Co. asal Korea Selatan. Penarikan produk tersebut dari pasar ritel telah dilakukan disertai pemusnahan sebanyak 1.633 karton dengan berat 8.165 kg jamur enoki.
 
"Intinya bahwa kami berikan early warning, pencegahan," kata Agung dalam RDP bersama Komisi IV DPR RI, Rabu, 1 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agung menyebut bahwa upaya pencegahan dilakukan setelah mendapat informasi dari International Food Safety Authority Network (Infosan). Kejadian luar biasa (KLB) pada Bulan Maret-April 2020 telah terjadi di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengkonsumsi jamur enoki asal Korsel yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.
 
"Kami menanyakan apakah akibatnya? Gangguan pencernaan, ini sangat berbahaya bagi ibu hamil, anak anak dan manula," tuturnya.
 
Agung menegaskan bahwa jamur enoki yang ditarik dari peredaran hanya produk Green Co. Menurutnya, bakteri listeria monocytogenes muncul dari media pembawa seperti air dan tanah di lokasi asal jamur ditumbuhkan yakni Korsel.
 
Mengantisipasi efek negatif bakteri pada jamur enoki yang masih ditemukan di pasaran, kata Agung, masyarakat diminta memasaknya dengan benar. Sebab, bakteri listeria monocytogenes akan mati pada suhu 75 derajat celsius.
 
"Listeria ini akan mati pada suhu 75 drajat celcius dan direbus selama limabmenit. Jadi masyarakat yan konsumsi jangan mentah dan kami selalu tulis dalam label tidak boleh dikonsumsi mentah dan perlu direbus selama lima menit," ungkapnya.
 
Produk yang dibeli juga selalu memperhatikan informasi pada label kemasan yang telah mendapatkan sertifikasi resmi Kementan. Agung menuturkan bahwa jamur enoki dalam kemasan sekali masak memperkecil peluang bakteri listeria ikut mencemari buah-buahan segar di dekatnya.
 
"Jamur enoki ini harus dalam kemasan 200 gram sekali masak, jangan membeli jamur enoki ini dalam bentuk eceran. Bakteri listeria ini bisa kontaminasi silang, kalau disimpan dalam kulkas dan kondisi terbuka bisa menular ke buah yang lain dalam kondisi segar," pungkasnya.
 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif