Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Dok.Kemenkop UKM

UU Ciptaker Diyakini Dorong UMKM Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Ekonomi tenaga kerja UMKM Omnibus Law
Husen Miftahudin • 07 Oktober 2020 17:44
Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menegaskan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
 
Hal ini penting mengingat 99 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan pelaku UMKM dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 97 persen.
 
"Kami yakin bahwa dengan UU Cipta Kerja ini, maka nanti kemampuan UMKM untuk menyerap lapangan kerja akan semakin besar. Jadi bagi kami ini sangat positif, saya kira ini akan memperkuat UMKM dan koperasi di Indonesia," ujar Teten dalam konferensi pers Penjelasan UU Cipta Kerja secara virtual di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam UU Cipta Kerja ini, ada beberapa insentif untuk mendorong para pelaku UMKM kian berkembang. Soal perizinan misalnya, beleid ini sekarang mempermudah pelaku UMKM mengurus perizinan. Sebelumnya perizinan berusaha di Indonesia disamaratakan, baik kepada pelaku usaha kecil, menengah, maupun usaha dengan skala besar.
 
Lalu ada insentif bagi kemudahan usaha menengah dan besar yang bermitra dengan usaha mikro. Dalam hal ini UMKM dapat terintegrasi sistem produksinya dengan usaha besar sebagai pemasok bahan baku, barang setengah jadi, dan lain sebagainya.
 
"Lalu yang paling penting juga pengelolaan terpadu UMKM melalui sinergi dengan pemangku kepentingan. Saya kira ini akan mempermudah One Gate Policy (Kebijakan Terpadu Satu Pintu) untuk percepatan pengembangan UMKM," paparnya.
 
Kemudian insentif fiskal dan pembiayaan untuk pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Pemerintah juga memprioritaskan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendanai kegiatan dan pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
 
"Selanjutnya pemberian fasilitas layanan bantuan dan perlindungan hukum. Ini penting juga, karena rata-rata UMKM tidak sanggup bayar pengacara profesional. Jadi kita berikan bantuan ketika ada masalah hukum dengan mitra," ucap Teten.
 
Pemerintah juga kini memprioritaskan penyerapan produk dan jasa UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Lalu melakukan promosi penjualan produk-produk UMKM di tempat-tempat seperti rest area, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga bandara.
 
"Ini luar biasa, karena bagi UMKM menyewa tempat-tempat strategis untuk berjualan itu suatu kemewahan. Nah ini kita sekarang berikan ruang bagi UMKM untuk bisa berjualan di tempat-tempat strategis," katanya.
 
UU Ciptaker ini juga mempermudah pendirian koperasi, dari yang sebelumnya harus 20 orang kini dipermudah menjadi sembilan orang. Langkah ini dimaksudkan agar mempermudah koperasi untuk tumbuh dan berkembang koperasi dalam skala besar.
 
"Jadi sekali lagi, ini (UU Cipta Kerja) akan memberikan dampak yang cukup besar bagi penyerapan tenaga kerja lewat pengembangan koperasi dan UMKM," tutup Teten.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif