Perikanan. Foto : MI/Oky.
Perikanan. Foto : MI/Oky.

KKP: Pegawai Jadi Agen Pembangunan Sektor Perikanan Budidaya

Ekonomi perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan
Antara • 10 Januari 2021 12:15
Jakarta: Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah bergabung harus dapat menjadi agen pembangunan sektor perikanan budidaya di Tanah Air.
 
"Di masa mendatang, sektor perikanan budidaya memegang peranan yang sangat penting," kata Slamet Soebjakto, dikutip dari Antara, Minggu, 10 Januari 2021.
 
Hal tersebut diucapkan Slamet dalam rangka menyambut baik bergabungnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan terbaru dalam keluarga besar Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, perikanan budidaya memegang peranan penting karena mampu menciptakan mendukung ketahanan pangan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta mampu meningkatkan perekonomian nasional.
 
Slamet berharap CPNS yang baru ini harus mampu menjadi agen pembangunan sektor perikanan budidaya ditengah-tengah masyarakat.
 
"Adik-adik semuanya masih sangat muda sekali, masih punya banyak waktu untuk belajar mendalami sektor perikanan budidaya ini. Kami akan tempatkan dulu ke daerah-daerah untuk melihat bagaimana perikanan budidaya secara nyata," tutur Slamet.
 
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya akan menempatkan 13 orang CPNS pusat untuk belajar atau magang selama enam bulan di Unit lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang tersebar di seluruh Indonesia.
 
Dengan penempatan di daerah, lanjutnya, maka CPNS diharapkan lebih mengerti bisnis proses Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
 
Ia juga menginginkan mereka agar menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) yaitu cerdas, akuntabel, integritas, loyalitas, dan inovatif.
 
"Jadilah agen pembangunan perikanan budidaya. ASN milenial diharapkan mampu melihat potensi dan peluang serta siap menghadapi tantangan pembangunan perikanan budidaya," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP.
 
Untuk itu, ujar dia, diperlukan perubahan dari ASN milenial ini untuk menghadapi modernisasi sub sektor perikanan budidaya agar mampu menjawab tantangan perikanan budidaya di era globalisasi saat ini.
 
Slamet juga menyampaikan ASN harus mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat serta terbebas dari praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif