Potensi tembaga-emas Onto di Sumbawa ditemukan lebih besar. FOTO: Sumbawa Timur Mining
Potensi tembaga-emas Onto di Sumbawa ditemukan lebih besar. FOTO: Sumbawa Timur Mining

Potensi Tembaga-Emas Onto di Sumbawa Ditemukan Lebih Besar

Ekonomi emas tambang emas
Angga Bratadharma • 23 Oktober 2020 12:03
Jakarta: PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengumumkan hasil uji kandungan logam (assay) dari lubang pengeboran terbaru sedalam 2.042,72 meter ke dalam potensi sumber daya mineral Onto. Temuan terbaru mengonfirmasi sumber daya tembaga-emas Onto meluas hingga lebih dari 500 meter dari titik akhir lubang pengeboran sebelumnya.
 
Dengan hasil assay yang telah berhasil melewati proses pengujian kualitas yang lengkap, STM melaporkan titik potong (intercept) 1.594,7 meter dengan kadar tembaga 1,00 persen dan emas 0,40g/t. Ini termasuk intercept emas yang luar biasa sepanjang 100 meter dengan kadar tembaga 5,99 persen dan emas 1,11 g/t.
 
Pada Februari lalu STM mengumumkan hasil pengeboran dengan potensi kandungan 1,7 miliar ton sumber daya mineral dengan kadar tembaga 0,89 persen dan emas 0,49 g/t. Hasil pengeboran terbaru ini menunjukkan kemajuan signifikan terkait perkiraan sumber daya mineral di Hu’u, Sumbawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Temuan ini menguatkan potensi cadangan Onto sebagai potensi mineral kelas dunia. STM adalah pemilik Kontrak Karya (KK) Proyek Hu'u generasi ke-7 di Provinsi Nusa Tenggara Barat. STM adalah perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd sebesar 80 persen, anak perusahaan yang 100 persen sahamnya dimiliki Vale SA, dan PT Antam Tbk sebesar 20 persen.
 
Presiden Direktur STM Bede Evans mengungkapkan antusiasme terhadap temuan terbaru. Pasalnya, operasional di site Hu’u sempat melambat karena pandemi virus korona. Bede Evans menyatakan perusahaan telah melakukan sejumlah tindakan pencegahan penularan virus korona pada Maret dan April 2020 dengan melakukan pembatasan sementara operasional proyek.
 
"Ini merupakan lubang bor yang cukup sulit dan dicapai melalui kerja keras dari tim STM dan kontraktor di lapangan. Ke depan kami akan lebih fokus untuk menilai peluang yang disajikan oleh hasil terbaru ini," ujar Bede, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Bersamaan dengan laporan dari lubang bor VHD096, STM juga menerima laporan positif dari hasil pengujian lubang bor VHD091. Ini merupakan lubang bor 1.420,2 meter ke arah bagian barat daya sumber daya mineral Onto dari lokasi pemboran yang sama.
 
Wakil Presiden Direktur STM Bronto Sutopo menegaskan hasil pengeboran terbaru mencerminkan prospek positif dari proyek Hu’u bagi para pemegang saham.
 
"Hasil dari lubang bor VHD096 dan VHD091 memberikan banyak peluang bagi STM. Kami yakin hasil ini akan memberikan dasar yang kokoh untuk kelanjutan pengembangan Proyek Hu'u," pungkas Bronto.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif