Jajaran Direksi Widodo Makmur Unggas. FOTO: Medcom.id
Jajaran Direksi Widodo Makmur Unggas. FOTO: Medcom.id

Widodo Makmur Unggas Tetapkan Harga IPO Rp180/Saham

Ekonomi IHSG Emiten BEI pasar modal ipo
Angga Bratadharma • 26 Januari 2021 11:35
Jakarta: PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) yang bergerak di sektor perunggasan (poultry) menetapkan harga saham perdana melalui skema penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) di angka Rp180 per lembar saham. WMU menawarkan harga IPO antara Rp142 sampai Rp200 per lembar saham di pasar primer.
 
Direktur Utama WMU Ali Mas'adi mengatakan dalam IPO ini WMU mengalokasikan penjatahan saham untuk fixed allotment sebanyak 99 persen dan pooling allotment satu persen. Dalam gelaran IPO ini, proporsi investor yang menyerap yakni investor institusi 69,5 persen dan ritel 30,5 persen.
 
Seiring dengan pasar yang didominasi oleh pemain retail, saat ini diperlukan alokasi retail yang mencukupi dan juga untuk menjaga likuiditas di pasar sekunder. Ali mengaku saham IPO masih cukup diminati di tengah kondisi pasar yang masih menantang. Ditambah lagi IPO ini dilakukan pada awal tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan investor masih mengamati pergerakan pasar dan kondisi perekonomian di tengah pandemi covid-19. Sebagai korporasi yang terus tumbuh, WMU pun akan terus melebarkan sayap bisnisnya di sektor perunggasan," kata Ali, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 26 Januari 2021.
 
WMU juga berupaya menjaga minat investor di pasar sekunder menjadi lebih baik, dengan  menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free float dari 35 persen menjadi 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
 
"Kami ingin menjaga performa saham di pasar sekunder tetap berjalan baik dan stabilitas permintaan terjaga," jelas Ali Mas'adi.
 
Adapun masa penawaran awal atau bookbuilding telah dilakukan pada 7-13 Januari 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diperoleh pada 22 Januari 2021. Selanjutnya penawaran umum dilakukan  25-27 Januari 2021. Untuk penjatahan saham pada 29 Januari 2021 dan distribusi saham 1 Februari 2021.
 
"Pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 2 Februari 2021," ujarnya.
 
Corporate Finance CIMB Sekuritas Giovan Sitepu memaparkan sejauh ini minat investor terhadap saham WMU cukup baik dan respons pasar terbilang masih cukup dinamis di tengah kondisi pandemi covid-19. Apalagi WMU berada pada sektor bisnis perunggasan yang hingga saat ini masih terus mencatatkan penguatan permintaan akan daging ayam beserta turunannya.
 
"Responsnya masih cukup positif karena minatnya cukup besar. Kembali lagi kita compare ke kondisi sekarang yang memang masih cukup menantang tapi IPO ini cukup bagus," kata dia.
 
Tahun ini, WMU mengalokasikan dana investasi Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,9 triliun. Alokasi penggunaan dana investasi untuk menambah kapasitas produksi ayam broiler sebanyak enam juta broiler melalui dua tahap. Pada tahap pertama sebanyak empat juta broiler di tahun ini dan dua juta broiler di 2022. Sumber pendanaannya berasal dari kas internal dan sumber lainnya.
 
Aksi korporasi WMU, menurut Ali, tidak berhenti pada IPO saja. WMU berencana menerbitkan obligasi di akhir tahun ini untuk mendukung ekspansi WMU. "Kita ingin laba terjaga dan model bisnis berbasis rumah potong ayam (RPA) akan tetap sesuai perencanaan," pungkas dia.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif