Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Dirut Garuda Keluhkan Harga Rapid Test Mahal

Ekonomi Garuda Indonesia pemeriksaan rapid test
Suci Sedya Utami • 07 Juli 2020 21:15
Jakarta: Direktur Utama maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengeluhkan mahalnya harga uji kesehatan screening awal dan cepat atau rapid test yang ditawarkan sejumlah pihak.
 
Irfan mengatakan tingginya harga tes yang dipersyaratkan untuk melakukan perjalanan penerbangan cukup mempengaruhi minat penumpang untuk bepergian menggunakan pesawat. Penumpang terbebani dengan harga tes kesehatan yang mahal sehingga dampaknya pada tingkat okupansi.
 
"Kami sungguh menyesalkan banyak orang yang kemudian menari di atas penderitaan kami hari ini dengan menawarkan harga rapid test yang terlalu melambung," kata Irfan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) ini mengatakan belum adanya pengaturan harga dari otoritas membuat banyak pihak sewenang-wenang dalam memberikan harga pada masyarakat.
 
Sementara itu, Garuda pun juga memiliki layanan rapid test tersendiri, hanya saja belum semua penumpang dapat menikmati. Ia bilang layanan tersebut merupakan kerja sama dengan BUMN lain, misalnya dengan Pertamedika. Namun harga yang dikenakan diatur oleh Pertamedika.
 
"Kita ikuti Pertamediaka, kita enggak mau ambil untung," jelas Alumnus ITB ini.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif