Ilustrasi. Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Ilustrasi. Foto: Antara/Ahmad Subaidi

PP Infra Operasikan SPAM Angke Berkapasitas 240 Liter/Detik

Ekonomi air minum ptpp
Husen Miftahudin • 30 Agustus 2020 12:20
Jakarta: Anak usaha PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PTPP Infrastruktur (PP Infra) melakukan peresmian pengoperasian sistem pengolahan air minum (SPAM) Kali Angke. Hal ini untuk meningkatkan layanan air minum kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
 
Direktur Utama PP Infra Didik Mardiyanto mengatakan awalnya perusahaan bersama PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) membentuk Badan Usaha Pelaksana Kerja sama yang diberi nama PT Tirta Tangsel Mandiri (TTM). Sebelumnya pengadaan SPAM Kali Angke, PITS sebagai BUMD Tangsel melakukan serangkaian proses pengadaan badan usaha untuk memilih mitra kerja sama yang andal dalam investasi, pembangunan, dan pengoperasian.
 
"Sebagai anak usaha dari PTPP dan berbekal pengalaman yang ada, PP Infra dipercaya untuk menjadi mitra dalam pembangunan SPAM Kali Angke untuk kerja sama selama 30 tahun," ujar Didik dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 30 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun lingkup pekerjaan SPAM antara lain pembangunan dan pengoperasian unit air beku, pembangunan dan pengoperasian unit produksi serta reservoir air minum, dan pembangunan jaringan distribusi hingga retikulasi sepanjang 300 kilometer yang kemudian akan dioperasikan oleh PITS.
 
Dalam lingkup pembangunan dan pengoperasian unit air beku, TTM membangun sadap dan bendung air baku yang didesain mampu mengalirkan air baku secara terus menerus sebesar 240 liter per detik. Selain itu, akan melakukan pembangunan pipa transmisi air baku dan sistem pemompaan air baku.
 
"Sementara di lingkup pembangunan dan pengoperasian unit produksi serta reservoir air minum, TTM melakukan instalasi pengolahan air minum berkapasitas output sebesar 220 liter per detik di mana saat ini sudah beroperasi 100 liter per detik," papar dia.
 
Selain itu, TTM melakukan sistem perpompaan air minum untuk jaringan distribusi, bangunan pelengkap atau penunjang (kantor pengelola, ruang laboratorium, ruang gudang kimia, ruang kerja operator, dan bangunan genset). TTM juga akan membangun sistem kontrol instalasi pengolahan air SCADA dan sistem kontrol distribusi dengan Variable Speed Drive (VSD) serta pemasangan daya listrik dan genset.
 
"Saat ini Kota Tangerang Selatan belum mempunyai sistem air minum yang dioperasikan sendiri dan masih mengandalkan pelayanan dari PDAM TKR (Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja) Kabupaten Tangerang serta pelayanan air minum mandiri yang berada di perumahan skala besar yang dikelola oleh developer (pengembang)," urai Didik.
 
Ia menyebutkan cakupan pelayanan air minum di Kota Tangsel masih sangat rendah, yaitu sekitar tujuh persen. Sedangkan target penyediaan air minum di Kota Tangsel harus dicapai pada 2019 sebesar 40 persen.
 
"Dengan diresmikannya SPAM Kali Angke ini diharapkan pelayanan air minum yang berada di Kota Tangerang Selatan dapat terpenuhi," tutur dia.
 
Menurut Didik, pembangunan SPAM ini dapat menambah kapasitas pelayanan untuk 33.500 lebih sambungan langsung ke rumah-rumah. Hal tersebut memberikan tambahan layanan kepada sekitar 167 ribu penduduk Tangsel atau mencakup sekitar 38 persen penduduk yang dapat merasakan akses langsung air minum.
 
"Pembangunan SPAM Kali Angke ini menggunakan teknologi water treatment plant sehingga air bersih yang disalurkan dapat langsung diminum oleh pelanggan," tutup Didik.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif