Kegiatan di Pasar Senen sebelum pandemi covid-19. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Kegiatan di Pasar Senen sebelum pandemi covid-19. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

New Normal di Sektor Perdagangan Dorong Kepercayaan Investor

Ekonomi kementerian perdagangan New Normal Kenormalan Baru
Ade Hapsari Lestarini • 03 Juni 2020 13:25
Jakarta:Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan ada lima fase pembukaan tatanan kehidupan baru (new normal) di sektor perdagangan. Penerapan pembukaan aktivitas perdagangan, khususnya di tempat-tempat usaha yang menggerakkan roda perekenomian, akan dilaksanakan Juni 2020 dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat dan pengawasan serta evaluasi secara menyeluruh.
 
Jenis aktivitas perdagangan yang akan mulai dibuka dalam new normal, meliputi pasar rakyat, toko swalayan (minimarket, supermarket, hypermarket, Department Store), restoran/rumah makan/warung makan, kafe, toko obat farmasi dan alat kesehatan, mal, pusat perbelanjaan, restoran di Rest Area, alon/Spa, serta tempat hiburan dan pariwisata.
 
"Kementerian Perdagangan telah mempersiapkan exit strategy covid-19 dengan membuka aktivitas perdagangan. Tahapan tersebut terdiri dari lima fase dengan persyaratan yang berbeda tergantung tingkat kerentanan terhadap potensi penyebaran covid-19," ujar Agus dalam keterangan resminya, Rabu, 3 Juni 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sejumlah daerah, pasar tradisional sudah mulai buka sambil menerapkan protokol kesehatan, salah satunya social distancing demi menghindari covid-19. Sentra-sentra ekonomi di Jakarta, seperti di Tanah Abang, pusat grosir, pusat perbelanjaan, beberapa mulai beroperasi terbatas. Mal pun sudah mulai bersiap untuk kembali beroperasi jika kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan atau dicabut.
 
Ekonom yang juga Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan, pemerintah harus benar-benar memperhatikan kesiapan pelaku usaha dalam bila new normal atau normal baru diterapkan setelah 4 Juni 2020, karena akan menjadi pertimbangan bagi investor.
 
"New normal tujuannya bagus tapi kesiapan setiap organisasi harus diperhatikan. Di sisi lain, investor juga akan melihat penerapan new normal berjalan baik atau tidak," kata Aviliani.
 
Karenanya, dia meminta agar pemerintah tegas bagi pelaku usaha, bila nanti melanggar atau tidak menerapkan protokol kesehatan. Law enforcement menjadi penting, pemerintah harus jalankan organisasi yang paling kecil, mulai dari RT/RW untuk mencegah penyebaran.
 
Saat ini, menurut Aviliani, penegakan hukum dalam penanganan covid-19 relatif masih lemah, karena sebagian masyarakat masih tidak peduli terhadap pandemi. Karena itu, agar tidak ada kasus baru yang bertambah, edukasi ke masyarakat juga harus terus dilakukan. New normal tidak serta merta menciptakan permintaan yang besar. Oleh karena itu harus ciptakan image produk yang kuat dan dicari masyarakat, dibutuhkan juga kolaborasi antara pengusaha kecil dan besar.
 
Kebijakan ini, lanjut dia, mungkin juga menjadi sesuatu yang dinantikan oleh para pengusaha. Namun, pertanyaannya adalah apakah pelaku usaha dan masyarakat siap untuk mengikuti protokol dan pemerintah dapat tegas menegakkan aturan. Selain itu, menurut Aviliani, dibutuhkan juga peran pemerintah untuk membangun ekosistem rantai pasok di setiap sektor usaha.
 
"New normal perlu dijalani karena akan turut mendorong ekonomi," kata Aviliani.
 
Menurut Mendag, exit strategy covid-19 Kementerian Perdagangan ini akan dilakukan dengan membuka aktivitas perdagangan secara bertahap dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta penyusunan SOP di tempat-tempat kegiatan perdagangan melalui mitigasi risiko.
 
Agus juga mendorong beroperasinya pasar rakyat dengan mengedepankan protokol kesehatan. Pengelola pasar, pedagang, dan pembeli harus disiplin dalam mentaati dalam mengimplementasikan Protokol Kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan mematuhi SOP Protokol Kesehatan. Pasar harus terus buka dan beroperasi, pedagang harus tetap berdagang, petani tetap menyalurkan hasil panennya ke pasar, dan masyarakat membutuhkan bahan kebutuhan pokok untuk melanjutkan hidupnya sehari-hari.
 
"Kami ingin menggerakkan ekonomi secepat-cepatnya dalam new normal ini. Sebelumnya kita tahu pasar dan pusat perbelanjaan banyak yang tutup. Kita buat protokol kesehatan yang tetap dalan pembukaannya nanti. Pada masa covid-19 ini, tidak mungkin aktivitas ekonomi berhenti tanpa kepastian sehingga menyebabkan banyak perusahaan yang mem-PHK karyawannya, terjadinya kekacauan sosial dan kebangkrutan perusahaan, sehingga aktivitas ekonomi secara nasional berhenti total," jelasnya.
 
Wabah covid-19 telah menghentikan sebagian besar aktivitas ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 juga diprediksi melambat. Sebelum covid-19 pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sebesar 5,3 persen, dan angka ini menurun menjadi 2,3 persen setelah adanya covid-19. Tidak hanya itu, investasi turut terhambat dan ekspor impor terkontraksi.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif