Paris. Foto : AFP.
Paris. Foto : AFP.

KBRI Paris Promosikan Investasi di Indonesia

Ekonomi Investasi Asing
Antara • 01 Juli 2020 16:12
London: Kedutaan Besar Indonesia di Paris bersama MEDEF Internasional Prancis melakukan promosi investasi dalam Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF). Kegiatan ini guna menarik kembali investasi asing dari Prancis ke Indonesia usai covid-19.
 
Pensosbud KBRI Paris Jane Runkat kepada Antara London, Rabu, 1 Juli 2020, menyebutkan forum virtual tersebut diikuti 75 perusahaan Prancis yang bergerak di bidang energi, maritim, perbankan, investasi, dirgantara, transportasi, otomotif, dan pertahanan.
 
Dubes Arrmanatha Nasir dalam Forum IIIF yang berlangsung secara daring mengatakan pandemi covid-19 telah mengubah hidup secara total.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita dituntut untuk keluar dari zona nyaman, tidak business as usual, serta harus lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha baru," ujarnya.
 
Menurut dia, tuntutan ini sejalan dengan tujuan acara itu yakni mengajak komunitas pengusaha Prancis keluar dari zona nyaman pasar mereka. Serta kreatif dan inovatif dalam menangkap dan memanfaatkan peluang pasar di Indonesia.
 
Dia menambahkan, walaupun dalam cengkraman covid-19, semangat kerja sama Indonesia dan Prancis tetap kuat. Saat ini kedua negara sedang memfinalisasi kesepakatan Defense Cooopertion Agreement, dan Plan of Action untuk merevitalisasi kerja sama strategis Indonesia-Prancis. Dubes menerangkan kedua perjanjian itu direncanakan ditandatangani pada paruh kedua 2020.
 
"Dengan fokus untuk mendorong kerja sama di bidang ekonomi, diharapkan perjanjian tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih besar bagi komunitas bisnis Prancis dan Indonesia," jelasnya.
 
Semangat kerja sama Indonesia-Prancis selama pandemi covid-19 juga dapat dilihat dari kerja sama Badan Pembangunan Prancis (AFD) dan PT SMI yang menandatangani kerja sama senilai 150 juta euro untuk proyek infrastruktur hijau dan pembangunan infrastruktur kesehatan.
 
Kerja sama itu untuk mendukung mitigasi dampak covid-19 dan pemulihan ekonomi Indonesia. Selain itu, beberapa perusahaan Prancis seperti Decathlon, L’Oréal dan Michelin juga aktif mendukung upaya mitigasi covid-19 di Indonesia, bekerja sama dengan Gugus Tugas covid-19.
 
Kerja sama kedua negara yang terus berkembang pada saat pandemi itu merupakan refleksi hubungan bilateral yang semakin matang, yang pada tahun ini memasuki usianya yang ke-70.
 
Dikatakannya, Indonesia memberikan peluang perusahaan Prancis untuk berbisnis di Indonesia, khususnya di sektor prioritas seperti energi, transportasi, maritim, dan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
 
Ia juga menekankan Indonesia bukan hanya pasar paling besar di Asia Tenggara, tapi juga bagian dari pasar tunggal dan basis produksi bersama ASEAN dan RCEP.
 
Selain itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan reformasi ekonomi dan birokrasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memfasititasi dan memberikan insentif bagi investor asing.
 
Diharapkan hal itu akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan Prancis yang ingin investasi ke Indonesia. Hadir pula sebagai pembicara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
Menko menegaskan guna melakukan mitigasi dampak covid-19, pemerintah Indonesia mengeluarkan paket stimulus ekonomi, didukung kebijakan industri 4.0, peningkatan fintech, peningkatan transformasi digital, serta penyiapan omnibus law untuk mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif dan menciptakan lapangan kerja.
 
41 Proyek Besar
 
Deputi Menteri PPN bidang Pembangunan Infrastruktur menawarkan 41 proyek besar senilai USD439,98 miliar sampai 2024 di sektor transportasi, listrik, jaringan gas, logistik dan eco-city, termasuk proyek-proyek ibu kota baru.
 
Ia mengundang pengusaha Prancis, termasuk sektor UKM, memanfaatkan potensi usaha Indonesia. Pengusaha Prancis menunjukkan ketertarikan besar pada potensi investasi di Indonesia.
 
Pada sesi tanya-jawab, mereka mengajukan berbagai pertanyaan terkait rencana implementasi omnibus law, pemindahan ibu kota, insentif bagi investor asing, digitalisasi proses administrasi, serta detail terkait 89 proyek strategis nasional.
 
Penyelengaraan IIIF 2020 itu telah mendekatkan kebutuhan pembangunan Indonesia dengan suplai kemampuan teknologi dan permodalan perusahaan Prancis yang ingin berinvestasi ke Indonesia. Indonesia siap memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengusaha asing dalam berinvestasi di Indonesia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif