Ilustrasi tambang batu bara. Foto: AFP/Mohamed Abed.
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: AFP/Mohamed Abed.

Kemendag Buka Kembali Keran Ekspor 29 Perusahaan Batu Bara

Ekonomi migas batu bara Kementerian Perdagangan Larangan Ekspor Batu Bara
Husen Miftahudin • 18 Januari 2022 22:38
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan telah mengizinkan kembali perusahaan yang melakukan ekspor batu bara. Hingga hari ini, terdapat 29 perusahaan yang telah mendapatkan kembali izin ekspor batu bara.
 
"Sampai dengan hari ini, sudah dirilis 48 kapal dengan total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi," ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana dalam konferensi pers virtual, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Sementara itu Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menekankan, meskipun keran ekspor batu bara telah dibuka kembali, namun hingga kini proses kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) tetap terus berjalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah batu bara ini pada dasarnya ketika DMO sudah selesai, maka ekspor bisa dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, dan ini banyak juga perusahaan-perusahaan yang belum dan sekarang lagi dikerjakan mekanismenya," terang Lutfi.

Larangan ekspor batu bara

Sebelumnya, pemerintah melarang kegiatan ekspor batu bara karena kurangnya pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. Pelarangan tersebut tercantum dalam Surat Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM No B-1605/2021 pada 31 Desember 2021 dan mulai berlaku pada 1-31 Januari 2022.
 
Larangan ekspor batu bara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasokan batu bara di dalam negeri dan untuk mencegah pemadaman listrik hingga terjadinya lonjakan harga listrik, mengingat pasokan pembangkit listrik di Indonesia paling banyak memanfaatkan energi dari batu bara ketimbang sumber energi lainnya.
 
Adapun krisis pasokan batu bara dalam negeri berimbas pada pemadaman listrik di hampir separuh wilayah Indonesia, khususnya Jawa dan Bali. Hal ini akibat 428 perusahaan yang berkegiatan pada penambangan batu bara sama sekali tidak memenuhi pasokan dalam negeri atau DMO.
 
Padahal, DMO mewajibkan pengusaha untuk memasok batu bara ke PLN sebesar 25 persen dari total produksi per tahun dengan harga USD70 per metrik ton. Namun, pengusaha batu bara hanya memasok sebesar 350 ribu metrik ton atau sekitar 0,06 persen dari total kebutuhan PLN hingga Desember 2021.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif