Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto : Kemenparekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto : Kemenparekraf.

Sandiaga Soroti Penguasaan Teknologi Digital bagi Perempuan

Ekonomi UMKM Ekonomi Indonesia Ekonomi Digital Sandiaga Uno Kemenparekraf
Antara • 21 April 2022 15:29
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital bagi perempuan, agar dapat memanfaatkan potensi ekosistem digital dengan maksimal.
 
"Penguasaan teknologi digital menjadi sangat strategis. Pengusaha perempuan memberikan kontribusi 9,1 persen terhadap PDB, masih di sektor UMKM. Angka ini masih sangat kurang, sementara 43 persen UMKM formal dimiliki perempuan, dengan 41,6 persen di bidang kuliner, 18 persen di fesyen, dan 15 persen di kriya," papar Sandiaga Uno, dikutip dari Antara, Kamis, 21 April 2022.
 
"Peran perempuan super penting di era ini karena mampu mengantisipasi perubahan tuntutan dan perilaku pasar pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat uncertain, kompleks, dan memiliki ambiguity. Perempuan adalah yang paling mampu beradaptasi di era ini," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan perempuan memiliki potensi yang tinggi dalam hal kewirausahaan.
 
"Perempuan inovatif dalam mencari solusi. Mereka sosok proaktif dan bergerak terus mencari peluang di mana pun. Mereka juga dare to take risk yang menjadi orientasi utama dalam wirausaha. Kalau semuanya dikembangkan, kita akan punya perempuan hebat dan mandiri di entrepreneurship Indonesia," kata dia.
 
Secara umum, Menparekraf memaparkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB terus menunjukkan tren positif hingga di angka Rp154 triliun, dan terus bergerak menjadi sumbangsih ekonomi kreatif tertinggi di dunia nomor tiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.
 
"UMKM sangat berperan penting, kontribusinya terhadap PDB sebesar 61,07 persen, dan ditargetkan tumbuh di 65 persen di 2024," kata Sandiaga.

Tantangan UMKM

Ia mengatakan, pihaknya melihat beberapa tantangan yang bisa diartikulasikan dengan angka. Sebanyak 83 persen UMKM belum berbadan hukum, sebesar 88 persen UMKM belum memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
 
Lalu, sebanyak 92 persen UMKM masih menggunakan modal sendiri, dan lebih dari 92 persen UMKM memiliki pendapatan di bawah Rp300 juta per tahun dan masuk ke kategori usaha super mikro.
 
"UMKM diharapkan menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, dan menjawab tantangan kemandirian ekonomi di masa pandemi," kata Sandiaga.
 
Adapun Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah memboyong hampir 18 juta UMKM ke ruang digital, dengan target 30 juta UMKM onboarding di 2023.
 
"Dengan total pertumbuhan ekonomi dua persen, penambahan lapangan kerja sebanyak dua juta, dan peluang usaha ditambahkan 5,5 juta UMKM dan artisan tambahan," kata Sandiaga.
 
"Mari mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Mari kita garap seluruh potensi, tumbuhkan jiwa entrepreneurship dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," tutupnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif