Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

5 Populer Ekonomi: Penjelasan Izin dan Penggunaan Ivermectin hingga Tak Lockdown karena Biayanya Mahal

Ekonomi Berita Terpopuler Hari Ini Berita Terpopuler Ekonomi
Angga Bratadharma • 24 Juni 2021 07:57
Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Rabu, 23 Juni, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari The Fed tidak akan naikkan suku bunga acuan terlalu cepat, opsi penguncian tak diambil karena biayanya mahal, hingga Ivermectin bukan obat covid-19.
 
Berikut rangkuman berita selengkapnya:


1. Pemerintah Akui Tak Ambil Opsi Lockdown karena Biayanya Mahal


Pemerintah memutuskan untuk mempertebal kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di tengah lonjakan kasus covid-19 yang terjadi. Pemerintah enggan mengambil opsi lockdown karena biayanya cukup mahal.
 
Baca berita selengkapnya di sini


2. Powell Tegaskan Fed Takkan Naikkan Suku Bunga Terlalu Cepat


Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak akan menaikkan suku bunga acuan terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan inflasi. Powell kembali mengulangi pernyataannya bahwa lonjakan inflasi baru-baru ini bersifat sementara.
 
Baca berita selengkapnya di sini


3. Bukan Obat Covid-19, Stafsus Erick Jelaskan soal Izin dan Penggunaan Ivermectin


Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan ada kesalahan terkait informasi izin dan penggunaan obat Ivermectin yang beredar.
 
Baca berita selengkapnya di sini

 
4.  Bitcoin Anjlok di Bawah Rp433,5 Juta dalam Lima Bulan Terakhir


Nilai bitcoin turun di bawah USD30 ribu atau setara Rp433,5 juta (kurs Rp14.452 per USD) per keping pada Selasa, 22 Juni 2021 untuk pertama kalinya dalam lima bulan. Hal ini karena adanya kekhawatiran atas tindakan keras Tiongkok yang sedang berlangsung terhadap cryptocurrency paling populer di dunia itu.
 
Baca berita selengkapnya di sini


5. Ada 10 BUMN Sudah Mati Belum Juga Dibubarkan


Mantan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mempertanyakan mengenai kondisi perusahaan-perusahaan BUMN yang saat ini sudah tak beroperasi, namun tidak juga dibubarkan.
 
Baca berita selengkapnya di sini
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif