Agar tak terjebak pinjaman online ilegal, Anda harus cermat (Foto:Dok)
Agar tak terjebak pinjaman online ilegal, Anda harus cermat (Foto:Dok)

3 Tips Memilih dan Menggunakan Pinjaman Online agar Tak Tertipu Layanan Ilegal

Ekonomi Pinjaman tunai online Pinjaman Online pinjaman uang online Pinjol ilegal Pinjaman Online Ilegal
Rosa Anggreati • 26 November 2021 20:51
Jakarta: Kabar tentang korban layanan pinjaman online atau pinjol ilegal memang bukanlah hal yang baru lagi di telinga masyarakat. Sejak pertama kali ditawarkan di Indonesia beberapa tahun silam, pinjaman online memang kerap dijadikan sebagai solusi praktis menyelesaikan masalah keuangan mendesak.
 
Dengan syarat pengajuan yang ringan dan proses praktis, dana pinjaman online bisa dicairkan dengan segera tanpa perlu melewati prosedur yang ribet dan menyulitkan.
 
Meski begitu, ada saja oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen naik daunnya pinjaman online dengan cara yang merugikan. Salah satunya dengan menawarkan layanan ilegal yang mampu mengeruk keuangan penggunanya tanpa ampun dengan membebankan tingkat bunga selangit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun ingat, risiko buruk layanan pinjaman online langsung cair tersebut hanya akan terjadi saat Anda menggunakan layanan ilegal. Jika mengajukan di layanan yang resmi dan terdaftar OJK, kecil kemungkinannya pinjaman online akan menyebabkan masalah serius bagi kondisi finansial penggunanya.
 
Oleh karena itu, agar tak terjebak pinjaman online ilegal, simak 3 tips memilih dan memanfaatkan layanan tersebut berikut ini.


1. Perhatikan Status Terdaftar dan Izin Usaha Penyedia Pinjaman Online


Hal pertama yang perlu Anda ketahui terkait pinjaman online adalah ada banyak pihak yang menyediakan layanan tersebut secara online. Bahkan, penyedia pinjaman online yang tersebar di dunia maya bisa mencapai angka ribuan. Akan tetapi, di antara banyaknya layanan tersebut, hanya segelintir saja yang resmi terdaftar di OJK dan aman untuk digunakan.
 
Bagi yang belum tahu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga yang bertugas untuk mengawasi aktivitas jasa keuangan di Indonesia. Artinya, OJK memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mampu mendapatkan layanan kredit, termasuk pinjaman online, yang aman dan nyaman untuk digunakan.
 
Berdasarkan laporan dari OJK per 25 Agustus 2021, saat ini hanya ada 116 penyelenggara atau perusahaan fintech yang resmi terdaftar dan mengantongi izin OJK. Bisa dibayangkan, dari ribuan layanan pinjaman online yang tersebar di internet, hanya 116 layanan pinjaman online resmi yang beroperasi dan termasuk dalam daftar OJK.
 
Sisanya adalah layanan pinjol ilegal yang memiliki risiko tinggi untuk menjebak dan mengeruk keuangan penggunanya dengan tingkat bunga dan denda keterlambatan selangit. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman online, pastikan untuk memerhatikan status terdaftar dan izin usahanya di OJK agar tak menjadi korban pinjaman online ilegal.


2. Pastikan Fintech Penyedia Pinjaman Online Memiliki Sertifikasi ISO 27001


Setelah memastikan layanan pinjaman online yang bakal Anda gunakan terdaftar dan mengantongi izin usaha dari OJK, hal selanjutnya yang penting untuk dilakukan adalah mengecek sertifikasi ISO 27001. Sebagai layanan keuangan berbasis digital, pinjaman online memiliki risiko cukup tinggi terhadap tindak kejahatan siber, termasuk, peretasan ataupun phishing.
 
Dengan mencari tahu kepemilikan sertifikasi tersebut, Anda dapat memastikan bahwa tingkat keamanan data nasabah pada layanan pinjaman online tersebut terjamin. Selain itu, standar sertifikasi tersebut merupakan ketetapan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi yang wajib dimiliki oleh perusahaan fintech legal penyedia layanan keuangan digital.
 
Melalui sertifikasi tersebut, perusahaan fintech terbukti mempunyai tata kelola informasi dan data nasabah yang terpadu serta sesuai dengan standar internasional. Jadi, risiko kebocoran data nasabah tidak akan rentan terjadi.


3. Jangan Mengajukan Pinjaman Online di Banyak Layanan Sekaligus


Sebagai layanan yang begitu mudah diajukan, tak sedikit pengguna pinjaman online yang mengajukannya di banyak layanan sekaligus. Namun, hal seperti inilah yang akan membuat Anda terjerat utang yang melilit dan sulit untuk mampu diatasi oleh keuangan.
 
Dibandingkan dengan produk pinjaman lainnya, pinjaman online memiliki tingkat bunga relatif tinggi. Jika memaksakan diri untuk mengajukan pinjaman online di banyak layanan sekaligus, yakin keuangan sanggup melunasi seluruh cicilannya setiap bulan dengan lancar? Bagaimana dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok lain yang tak kalah pentingnya?
 
Oleh karena itu, agar tak terjerat utang berkepanjangan, hanya ajukan pinjaman online di satu layanan saja di satu waktu dengan rasio cicilan tak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan. Jika ingin mengajukan pinjaman kembali, pastikan tanggungan kredit sebelumnya telah terlunasi agar beban finansial tidak menjadi terlalu besar.


Langsung Laporkan Jika Menemui Layanan Pinjaman Online Ilegal


Itulah tiga tips memilih dan menggunakan pinjaman online agar tak tertipu layanan ilegal. Bila menemui layanan pinjaman online ilegal, jangan ragu untuk melaporkannya ke pihak OJK agar aktivitasnya bisa langsung dihentikan dan tak menjerat korban lebih banyak lagi. Mudah saja, Anda bisa melaporkan pinjaman online ilegal ke kontak telepon OJK di nomor 157, melalui Whatsapp di nomor 081 157 157 157, atau via e-mail pada alamat waspadainvestasi@ojk.go.id.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif