Sumber Daya Manusia. Foto: Medcom.id.
Sumber Daya Manusia. Foto: Medcom.id.

Kunci Kepemimpinan Jadi Jurus SDM Unggul di Masa Depan

Arif Wicaksono • 08 September 2022 16:45
Jakarta: Tantangan yang dihadapi ekonomi global semakin tak mudah seperti tantangan melambatnya ekonomi global. Laporan Global Economic Prospect (GEP) Juni 2022 mengungkap pertumbuhan ekonomi global melambat signifikan dari 5,7 persen di 2021 menjadi hanya 2,9 persen di 2022.  
 
Selain itu, adanya guncangan supply chain, akibat dari dampak pandemi dan risiko global yang terjadi, berdampak pada meningkatnya harga komoditas dan ongkos produksi yang lebih mahal, yang diprediksi akan terus naik di 2023 hingga 2030. Hal ini akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
 
baca juga: Suharso: Beberapa Negara Masih Kesulitan Menjalani Pemulihan Ekonomi

Di tengah tantangan tersebut, Indonesia beserta negara-negara di dunia terus bergerak untuk melakukan perbaikan dan bertumbuh. Hal ini sejalan dengan agenda G20 yang mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, dengan harapan semangat ini mengajak setiap pihak untuk bersama mencari solusi pemulihan dunia.
 
Selain itu, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara yang paling resilien di tengah berbagai risiko global yang terjadi. Tentunya ini juga menjadi indikator banyaknya peluang baik bagi pertumbuhan organisasi di Indonesia. Peran pemimpin yang kuat dibutuhkan untuk memastikan organisasi akan tumbuh semakin kuat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk memastikan organisasi bertumbuh dengan semakin kuat  di masa kini hingga di masa yang akan datang, yang dapat melewati berbagai tantangan dan mengoptimalkan peluang yang ada, salah satu faktor penentu adalah sumber daya manusia," ujar Chairman Indonesia Leadership Conference (IDLC) 2022 Atok R Aryanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 September 2022.
 
Dia mengatakan hal ini sejalan dengan hasil kajian dari Deloitte (2020) yang menyebutkan bahwa untuk membuat organisasi dapat berkembang pesat kesiapan sumber daya manusia menjadi hal yang penting.
 
"Namun, Deloitte 2021 Global Human Capital Trends justru menunjukkan 89 persen pekerja menyatakan kehidupan kerja mereka semakin buruk State of the Global Workplace: 2022 Report juga membuktikan hanya 33 persen pekerja yang merasa bahwa mereka dapat berkembang pesat, bertahan hingga di masa depan," jelas dia.
 
Atok menjelaskan hal inilah yang perlu menjadi perhatian para pemimpin, karena kondisi dan kualitas SDM di organisasi tergantung dari bagaimana pemimpin membentuk mereka hingga dapat siap menghadapi berbagai tantangan  dan peluang di masa depan.
 
"Pemimpin perlu hal berbeda untuk dapat memastikan SDM-nya siap menghadapi tantangan dan dapat membawa organisasi untuk bisa terus bertumbuh hingga di masa yang akan datang. Inilah saatnya bagi para pemimpin untuk bangkit membuka jalan mewujudkan Future Ready Workforce!" jelas dia.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif