Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RI Jadi 'Arena Perang' Perusahaan Teknologi Dunia

Ekonomi Ekonomi Digital Ecommerce
Husen Miftahudin • 24 November 2020 17:15
Jakarta: Partner and Leader dari Southeast Asia Private Equity Practice di Bain & Company Alessandro Cannarsi mengakui ketangguhan perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini tercermin dari laporan ekonomi digital Indonesia yang pada 2020 mencapai sebesar USD44 miliar atau setara Rp624,8 triliun (kurs Rp14.200 per USD) dan USD124 miliar (Rp1.760,8 triliun) pada 2025.
 
Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi target pasar ekonomi berbasis teknologi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara. Alhasil, Indonesia dijadikan sebagai 'arena perang' bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia.
 
"Indonesia tetaplah pasar ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dan menjadi medan persaingan utama bagi platform-platform teknologi. Oleh sebab itu, mereka sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di kawasan ini," ujar Alessandro dalam pemaparan laporan e-Conomy SEA 2020 secara virtual, Selasa, 24 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alessandro mengungkapkan ada sejumlah daya tarik dari ekonomi digital Indonesia. Pertama, pengguna internet baru yang terus meningkat. Hal ini terbukti karena sebanyak 37 persen konsumen digital di Indonesia merupakan pengguna anyar internet.
 
"Sebanyak 37 persen konsumen digital di Indonesia adalah pengguna baru (internet) karena pandemi covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 56 persen konsumen digital baru di antaranya berasal dari daerah non metro (kota-kota besar)," paparnya.
 
Menurut dia, pandemi covid-19 membuat pola hidup manusia mengalami perubahan. Kondisi ini membuat perkembangan sektor layanan keuangan digital seperti HealthTech dan EdTech diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.
 
Daya tarik selanjutnya, kinclongnya kinerja e-commerce di tengah pandemi covid-19. Tercatat, pendapatan e-commerce di Indonesia pada 2020 naik 54 persen menjadi USD32 miliar dari USD21 miliar pada 2019.
 
Di samping itu, kinerja media online juga mencatatkan pertumbuhan positif sejauh ini pada 2020 dengan nilai USD4,4 miliar atau naik 24 persen dari USD3,5 miliar pada 2019. Bahkan, sektor ini diperkirakan akan terus bertumbuh sebesar 18 persen menjadi USD10 miliar pada 2025.
 
"Oleh sebab itu, mereka sangat siap untuk menjadi pendorong utama inovasi digital di kawasan ini. Meski masih terlalu dini untuk memastikan hasilnya, kami memperkirakan pertumbuhan dan percepatan akan terus berlanjut di sektor ini dalam beberapa tahun ke depan," tutur Alessandro.
 
Pada kesempatan yang sama, Chief Investment Strategist Temasek Rohit Sipahimalani menyebut dengan banyaknya pengguna baru teknologi berbasis internet serta e-commerce memunculkan prospek usaha-usaha baru di Indonesia. Sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang sudah ada.
 
"Kami masih melihat potensi yang besar dari ekonomi digital Indonesia dengan pertumbuhan yang didorong oleh besarnya jumlah pengguna internet yang sangat aktif dan bahkan semakin aktif menggunakan internet karena pandemi," pungkas Rohit.  
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif