Iilustrasi. Foto: MI/Aris Munandar
Iilustrasi. Foto: MI/Aris Munandar

Bos PTPN III: Moratorium Kelapa Sawit Perlu Dicabut untuk Tingkatan Biofuel

Ekonomi kelapa sawit ptpn
Ilham wibowo • 19 Oktober 2020 21:52
Jakarta: Direktur Utama PTPN III Holding Mohammad Abdul Ghani menyebut pihaknya perlu menambah produksi baru kelapa sawit untuk mendukung ketahanan energi dalam negeri. Peningkatan biofuel dinilai perlu dibarengi dengan pencabutan moratorium pembukaan lahan perkebunan.
 
"Pemerintah sebaiknya segera membuka moratorium kelapa sawit, terutama untuk di area-area dengan kandungan gambut tertentu," kata Ghani dalam sebuah webinar MarkPlus Roundtable: Pemulihan Ekonomi di Sektor Pertanian, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Ia menuturkan bahwa pohon kelapa sawit telah diputuskan menjadi komoditas yang akan diprioritaskan PTPN dalam lima tahun ke depan setelah tebu. Selain bahan baku energi hijau, peningkatan penggunaan sawit dalam negeri ditujukan demi menghindari masalah fluktuasi harga pasar global karena mayoritas produksi untuk ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketergantungan bahan bakar itu disubstitusi dengan penggunaan biofuel dari kelapa sawit, Indonesia masih punya peluang paling tidak memperluas lahan kelapa sawit sampai 20 juta hektare," paparnya.
 
Meski begitu, kata dia, perluasan area tersebut tetap harus dibarengi dengan pengelolaan yang baik agar produktivitas dapat meningkat. Angka ideal produktivitas yang harus ditingkatkan yakni 4 ton CPO per ha agar bisa bersaing dengan negara produsen seperti Malaysia.
 
Adapun hingga saat ini penggunaan biodiesel di Indonesia baru 4,7 juta kilo liter atau setara 10 persen dari produksi CPO nasional per tahun. Dorongan agar masyarakat beralih menggunakan energi terbarukan juga perlu terus dilakukan pemerintah dengan berbagai stimulus agar bisa maksimal mengurangi ketergantungan impor.
 
"Ke depan kita penuhi energi di dalam negeri berbasis CPO, kebetulan kami sedang kerja sama dengan Pertamina menginisiasi pembangunan kilang-kilang produksi yang bisa memproduksi CPO menjadi biodiesel maupun fame," tuturnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif