Ilustrasi Antam. FOTO: MI/GRANDYOS ZAFNA
Ilustrasi Antam. FOTO: MI/GRANDYOS ZAFNA

Tambang Emas Wabu, Harapan Baru untuk Antam

Ekonomi Harga Emas Antam
Suci Sedya Utami • 23 Oktober 2020 08:06
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk atau Antam bakal ditugaskan untuk mengelola Blok Wabu yang merupakan eks lahan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI). Blok yang terletak di Kabupaten Intan Jaya, Papua, ini memiliki sumber daya emas mencapai 8,1 miliar ton.
 
Jumlah tersebut tentu menjadi masa depan bagi Antam dalam menggarap potensi emas di Tanah Air. Apalagi Pemprov Papua telah meminta Holding Pertambangan MIND ID untuk mengelola potensi sumber daya yang ada di wilayah tersebut.
 
GM Unit Geomin & Technology Development Antam Tri Hartono mengatakan pihaknya siap melaksanakan penugasan tersebut. Terlebih lagi Antam telah memiliki pengalaman menggarap tambang emas di Pongkor dan Cibaliung. Tri mengatakan pengelolaan Blok Wabu masih dalam tahap perencanaan internal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya tentunya ini menjadi harapan baru bagi Antam. Wabu ini sangat potensial untuk dikembangkan ke depan," kata Tri, dalam workshop industri pertambangan, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President for Exploration Division MIND ID Wahyu Sunyoto mengungkapkan potensi emas Blok Wabu sudah pernah dipaparkan PTFI sejak 1999. Ia bilang PTFI telah melakukan eksplorasi hingga pendataan penduduk maupun demografi di daerah Wabu.
 
Wahyu mengungkapkan hasil eksplorasi Freeport kala itu menunjukkan sumber daya di Wabu mencapai 8,1 miliar ton. Itu merupakan hasil pengeboran beberapa titik di daerah aliran sungai. Blok Wabu yang berada di utara tambang Grasberg Freeport, lanjut Wahyu, memiliki kandungan serupa.
 
"Wabu mempunya potensi yang sangat besar," kata Wahyu.
 
Wabu merupakan bekas wilayah operasi Freeport Indonesia. Blok tersebut dikembalikan ke negara seiring dengan renegosiasi kontrak karya. Dalam renegosiasi tersebut adanya klausul penciutan lahan.
 
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif perihal pengelolaan tambang emas bekas Freeport.
 
“Kami kirim surat ke ESDM, jika BUMN mengharapkan agar alokasi yang sudah diberikan Freeport ke negara, diprioritaskan untuk diberikan ke BUMN, sehingga secara konkret Antam ini bukan trading company tapi perusahaan tambang emas,” kata Erick.
 
Menurut Erick, saat ini Antam memiliki pegawai yang banyak namun tidak memiliki tambang emas. Terlebih pasokan emas di Indonesia masih cukup besar, dan pada masa pandemi ini, harga emas menjadi sangat tinggi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif