Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Awali Tahun, Kinerja Produksi dan Penjualan Antam Tercatat Positif

Ekonomi Antam keterbukaan informasi publik
Annisa ayu artanti • 14 Februari 2021 11:32
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatat pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama yakni feronikel, bijih nikel, emas, dan bijih bauksit positif pada 2021.
 
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, 14 Februari 2021 manajemen menyampaikan produksi dan penjualan feronikel di 2021 mencapai 26 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi). Jumlah ini relatif stabil dengan capaian produksi dan penjualan unaudited  2020 masing-masing sebesar 25.970 TNi dan 26.163 TNi.
 
"Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi produksi pabrik Feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara," jelas manajemen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian untuk bijih nikel, perusahaan menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 8,44 juta wet metrik ton (wmt), meningkat 77 persen dibandingkan capaian produksi bijih nikel unaudited pada 2020 sebesar 4,76 juta wmt.
 
"Peningkatan produksi bijih nikel tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan mendukung penjualan kepada pelanggan domestik," katanya.
 
Sedangkan total penjualan bijih nikel di tahun ini ditargetkan sebesar 6,71 juta wmt, meningkat 104 persen dibandingkan capaian penjualan bijih nikel unaudited 2020 sebesar 3,30 juta wmt. Peningkatan target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.
 
Sementara untuk komoditas emas, emiten berkode ANTM menargetkan produksi di 2021 sebesar 1,37 ton emas dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung dengan tingkat penjualan emas mencapai 18 ton emas.
 
"Perusahaan berfokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri, hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik," tuturnya.
 
Selanjutnya, untuk bijih bauksit, Antam menargetkan produksi pada 2021 sebesar tiga juta wmt, tumbuh 93 persen dibandingkan realisasi produksi unaudited 2020 sebesar 1,55 juta wmt. Peningkatan produksi bijih bauksit tersebut akan digunakan sebagai produksi alumina serta penjualan kepada pihak ketiga.
 
Sedangkan untuk penjualan bijih bauksit tahun 2021 ditargetkan sebesar 2,73 juta wmt, meningkat sebesar 122 persen dibandingkan realisasi penjualan unaudited  2020 sebesar 1,23 juta wmt. Peningkatan penjualan bijih bauksit seiring untuk pemenuhan permintaan pelanggan. 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif