Mensos Tri Rismaharini menyerahkan bantuan beras 5 kg sebanyak 3 ribu paket di Tuban, Jawa Timur (Foto:Dok.Kemensos)
Mensos Tri Rismaharini menyerahkan bantuan beras 5 kg sebanyak 3 ribu paket di Tuban, Jawa Timur (Foto:Dok.Kemensos)

Serahkan Bantuan di Tuban, Mensos Risma Minta Masyarakat Aktif Putus Penularan Covid-19

Ekonomi Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 24 Juli 2021 21:58
Tuban: Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi. Kali ini, bantuan beras 5 kilogram (kg) sebanyak 3 ribu paket disalurkan di Tuban, Jawa Timur.
 
Bantuan diberikan kepada masyarakat kelompok marjinal yang terdampak pandemi. Sementara, untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos Tuban. BST disalurkan di 120 di Desa Batu Retno dan 177 di Desa Sendang Harjo dengan indeks Rp600 ribu/KPM.
 
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang menghadiri penyerahan bantuan di Tuban, mengingatkan masyarakat untuk proaktif memutus rantai penularan covid-19. Sebab, Mensos yang akrab disapa Risma tersebut mengakui pemerintah tak bisa terus-menerus memberikan bantuan karena memiliki keterbatasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bantuan yang bapak ibu terima ini untuk meringankan beban karena pembatasan aktivitas, tapi tidak bisa terus-menerus. Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan," kata Mensos Risma saat menyaksikan penyaluran bantuan sosial di Kantor Pos Kota Tuban, Jawa Timur, Jumat, 23 Juli 2021.
 
Mensos Risma minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan dan mutasi virus.
 
"Kalau kita tidak mematuhi protokol kesehatan, maka virus ini akan terus bermutasi. Kita tidak selesai-selesai. Kita tidak bisa menggerakkan ekonomi," kata Mensos.
 
Serahkan Bantuan di Tuban, Mensos Risma Minta Masyarakat Aktif Putus Penularan Covid-19
Mensos Risma minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (Foto:Dok.Kemensos)
 
Selain kemampuan pemerintah menyalurkan bantuan ada batasnya, fasilitas kesehatan dan tenaga medis pun terbatas. 
 
"Tenaga kesehatan terbatas, alat kesehatan termasuk obat-obatan juga tidak mencukupi, kapasitas rumah sakit terbatas, dan sebagainya. Nah, itu yang harus dipikirkan," kata Mensos Risma, tegas.
 
Mengenai bantuan berupa beras 5 kg, Mensos Risma menyebutkan kemungkinan tidak cukup untuk keluarga sebulan. "Karena memang tujuannya untuk meringankan sebagian beban masyarakat. Itulah kemampuan negara yang mampu diberikan," kata Mensos. 
 
Ia memastikan bantuan tidak hanya dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan. 
 
"Meskipun itu bukan persoalan mudah karena keterbatasan anggaran dialami semua instansi. Mau meningkatkan pendapatan dari pajak juga tidak bisa," katanya.
 
Oleh karena itu, sekali lagi Mensos Risma minta masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas untuk memutus penularan covid-19 dan pandemi cepat berakhir.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif