Ilustrasi kilang LNG - - Foto: dok AFP
Ilustrasi kilang LNG - - Foto: dok AFP

Perkuat Bisnis Gas Alam Cair, PGN Gandeng PT Badak NGL

Ekonomi Pertamina LNG Perusahaan Gas Negara (PGN)
Husen Miftahudin • 21 Oktober 2021 11:43
Jakarta: PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina bekerja sama dengan PT Badak Natural Gas Liquefaction (NGL) atau PTB dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan bisnis gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) di lingkup Holding Migas.
 
Sinergi ini dibukukan dalam penandatanganan Heads Of Agreement (HOA) mengenai kerja sama pemanfaatan Hub Terminal LNG Bontang oleh Direktur PGN Utama PGN M Haryo Yunianto dan President Director & Chief Executive Officer PTB Gema Iriandus Pahalawan. Serta disaksikan oleh Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Mulyono.
 
Haryo mengatakan terdapat kebutuhan subholding gas dalam pemanfaatan Terminal LNG Badak sebagai LNG Hub untuk suplai poin pasokan LNG bagi proyek gasifikasi maupun regasifikasi subholding gas untuk proyek gasifikasi Kilang Pertamina, penugasan Kepmen 13, LNG Trading, LNG Bunkering, LNG Storage and Reloading, gasifikasi Smelter, Small Scale LNG Iso Tank dan Small Scale LNG dan proyek development lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sedangkan untuk regasifikasi LNG dilakukan untuk keperluan RDMP RU V Balikpapan dan industri di Kalimantan Timur, pemenuhan energi ramah lingkungan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur dan pengembangan cold storage,” papar Haryo dalam keterangan resmi, Kamis, 21 Oktober 2021.
 
Kerja sama dengan PTB juga mencakup pelatihan dan pengembangan pekerja, serta technical services yang meliputi technical advisor, troubleshooting, dan repair.
 
Haryo mengatakan, PTB memiliki expertise dalam penyediaan studi, EPCC and O&M yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan proyek LNG dalam lingkup subholding gas. Di sisi lain, adanya capacity building bidang LNG di subholding gas yang bisa dipenuhi dari expertise PT Badak.
 
"Kerja sama ini dijalankan berdasarkan kesepakatan komersial yang memberikan benefit bagi Pertamina Group serta nilai keekonomian proyek bagi masing-masing pihak,” ujar Haryo.
 
Ke depannya, pengelolaan LNG portofolio dari Pertamina akan diserahkan secara bertahap ke PGN. Oleh karenanya, lanjut Haryo, pihaknya harus menjalankan seoptimal mungkin agar pemanfaatannya ke depan menjadi lebih baik.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif