Pertamini - -  Foto: MI/ Angga Yuniar
Pertamini - - Foto: MI/ Angga Yuniar

Tekan Jumlah Pertamini, BPH Migas Dorong Pengembangan Mini SPBU

Ekonomi bbm bph migas
Suci Sedya Utami • 08 Mei 2020 20:21
Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pengembangan mini stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah. Hal tersebut guna menekan penyebaran kios-kios Pertamini.
 
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan pihaknya tidak bisa mengawasi keberadaan Pertamini karena tidak memiliki izin legal. Sebab, BPH hanya bisa mengawasi badan usaha yang memiliki izin umum.
 
"BPH Migas mau mengawasi enggak bisa karena bukan berada di bawah Pertamina. Ini lebih ke ranah humum untuk polisi dan pemda mengatur ini," kata Ifan sapaan akrab dirinya dalam sebuah diskusi webinar, Jumat, 8 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, solusi untuk menekan keberadaan Pertamini yakni memperbanyak pembangunan mini SPBU. Menurutnya pembangunan mini SPBU milik PT Pertamina (Persero) yakni Pertashop membutuhkan investasi sekitar Rp100 juta-Rp400 juta
 
"Begitu juga badan usaha swasta lainnya seperti Exxon dan Indomobil hampir ratusan mini SPBU sementara Pertamina di bawah 50 lokasi. Kami instruksikan ke Pertamina agar memperbanyak mini SPBU lagi," jelas Ifan.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya menyadari kehadiran Pertamini lantaran sulitnya akses menuju SPBU Pertamina.
Namun, keberadawan Pertamini cukup riskan terhadap kebakaran. Sebab, pendirian kios-kios milik Pertamini tidak memenuhi standar yang ditentukan Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Adapun solusi agar para pemilik kios-kios Pertamini dapat beroperasi dengan mengubah standar sesuai ertashop. Pertashop adalah layanan milik Pertamina dengan kapasitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1.000 kiloliter (kl) atau setara dengan kios Pertamini.
 
"Jadi kami menawarkan para pemilik Pertamini agar di-upgrade menjadi Pertashop, tapi harus memenuhi syarat keamanan maupun teknikal yang ditetapkan Ditjen Migas. Ini solusi bagi mereka yang sudah memiliki Pertamini agar enggak hilang (pendapatan)," jelas Nicke.
 
Konsep Pertashop memiliki tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 km atau sesuai dengan hasil evaluasi.
 
Adapun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU.
 
Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter per hari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif