NEWSTICKER
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

25 BUMN Dikerahkan Pasok Peralatan Medis Korona di Wisma Atlet

Ekonomi Virus Korona wisma atlet jakarta kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 19 Maret 2020 21:43
Jakarta: Pemerintah bakal menjadikan Wisma Atlet, Kemayoran sebagai rumah sakit darurat untuk menampung pasien korona.
 
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan pengadaan peralatan kesehatan di Wisma Atlet akan disumbang oleh 25 perusahaan BUMN.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut akan menggunakan dana bina lingkungan atau yang dikenal dengan dana tanggung jawab sosial (CSR) untuk memasok peralatan medis di Wisma Atlet.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengadaan peralatan kesehatan di Wisma Atlet dari anggaran CSR 25 BUMN. Itu perintah dari Pak Menteri BUMN, Erick Thohir," kata Arya di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Arya menyebutkan perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Telkom, PT Pertamina, PT BRI, PT Semen Indonesia, PT Inalum, PT BNI, PT Bank Mandiri, PT Antam, dan PT PLN.
 
Kemudian PT Bukit Asam, PT PGN, PT Wijaya Karya, PT Pelindo II, PT Pelindo III, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Pupuk Indonesia, PT Pegadaian, PT Wskita Karya, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, dan PT Raharja.
 
Namun demikian Arya masih enggan menyebutkan nilai total dana CSR yang akan dikeluarkan tersebut. " Masih dihitung," ucap Arya.
 
Kementerian BUMN menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan beberapa lembaga menyiapkan Wisma Atlet di Kemayoran untuk penanganan pandemi virus korona baru atau covid-19.
 
Arya terdapat dua menara yang akan disulap menjadi rumah sakit berkapasitas 2.000 kamar. Untuk tahap pertama, ditargetkan 1.000 kamar siap beroperasi terlebih dahulu.
 
"Targetnya minggu depan sudah bisa digunakan untuk menangani Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan pasien positif covid-19. Nanti klasifikasinya akan diatur oleh BNPB," kata Arya.
 
Arya menambahkan operasional rumah sakit covid-19 di dua menara Wisma Atlet itu juga akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"Komandonya berada di tangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19," jelas dia.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif