Garuda Indonesia. Foto : Medcom.
Garuda Indonesia. Foto : Medcom.

Dirut Garuda Buka Suara soal PHK Pilot

Ekonomi Garuda Indonesia phk
Annisa ayu artanti • 02 Juni 2020 10:33
Jakarta: PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perseroan kepada sejumlah pilot atau penerbang dikarenakan penyelesaian kontrak dini.
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, kebijakan yang Garuda Indonesia berlakukan adalah penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam status hubungan kerja waktu tertentu.
 
"Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Juni 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irfan menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah berkelanjutan yang perlu ditempuh dalam upaya menyelaraskan supply dan demand operasional penerbangan yang saat ini terdampak signifikan imbas pandemi virus korona (covid-19).
 
Kebijakan tersebut diklaim juga dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan tetap memperhatikan hak-hak dari pegawai yang kontraknya diselesaikan lebih awal.
 
"Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional perusahaan akan terus membaik dan kembali kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini," tuturnya.
 
Sebelumnya, maskapai pelat merah itu kembali menjadi sorotan publik karena melakukan PHK kepada sejumlah pilot. PHK dilakukan karena imbas dari lesunya industri penerbangan akibat covid-19.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif