Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam peningkatan ketahanan pangan nasional. Foto: Dok. Kementan
Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam peningkatan ketahanan pangan nasional. Foto: Dok. Kementan

Kementan-PP Muhammadiyah Kolaborasi Garap Lahan Produktif

Ekonomi ketahanan pangan Kementerian Pertanian
Ilham wibowo • 04 Agustus 2020 14:55
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam peningkatan ketahanan pangan nasional. Kolaborasi yang dijalin bertujuan menghidupkan kembali daya beli masyarakat yang dinilai melemah akibat dampak pandemi covid-19.
 
"Muhammadiyah adalah organisasi besar yang memiliki stakeholder di seluruh Indonesia. Kita menjalin kerja sama di bidang ketahanan pangan bersama dengan Kementan untuk membuat percontohan percontohan yang dapat menghidupkan kembali perekonomian masyarakat," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo usai menerima kunjungan PP Muhammadiyah di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Syahrul mengungkapkan pihaknya antusias dengan upaya kerja sama ini. Kementan dan PP Muhammadiyah akan membentuk gugus tugas yang fokus terhadap lahan yang akan digarap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rencananya Agustus kita sudah mulai lihat lapangan. Mereka akan bentuk gugus tugas, nanti dikoordinasikan dengan Dirjen secara teknisnya," ucap Syahrul.
 
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong percepatan implemetasi program Kementan. Penguatan sekor pangan dinilai tepat untuk melalui krisis ekonomi akibat pandemi.
 
"Muhammadiyah datang ketemu Pak Menteri Pertanian untuk bertukar pikiran dan kemudian untuk bekerja sama. Dari pembicaraan tadi, kami akan membuat project di Jonggol terlebih dahulu," ucap Anwar.
 
Anwar menambahkan bahwa kerja sama dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat akan dilakukan di lahan yang akan segera ditinjau. Upaya ini juga dilakukan untuk memproduktifkan lahan-lahan yang masih menganggur sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat.
 
"Muhammadiyah dan Menteri Pertanian akan meninjau lokasi untuk mempelajari kira-kira komoditas apa yang cocok atau apakah mungkin peternakan juga akan di situ nanti kita lihat ya," paparnya.
 
Anwar yakin Syahrul punya komitmen serius dalam pengembangan dan peningkatan produktivitas pertanian. Dia optimistis implemetasi kolaborasi akan segera ditindaklanjuti Syahrul dan jajarannya dalam hal teknis.
 
"Mentan sangat aktif jadi enggak mau lambat-lambat, beliau kan bukan akademisi yang lama berpikir namun orang lapangan jadi Beliau mengerti betul persoalan masyarakat saat ini," pungkasnya.

 
(DEV)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif