Ilustrasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi - - Foto: dok MI

Dilema Perusahaan di Tengah Pandemi, Rekrut atau PHK Karyawan?

Ekonomi PHK pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 18 September 2020 21:36
Jakarta: Pandemi covid-19 menjadi pukulan bagi sebagian besar sektor ekonomi. Banyak perusahaan yang bingung dan hilang arah untuk mempertahankan bisnisnya. Perusahaan pun masuk ke dalam dilema memilih antara rekrutmen karyawan atau PHK.
 
Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto mengaku mengambil langkah untuk tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan. Pan Brothers justru membuka lapangan kerja baru sebagai respons dari pivot bisnis perusahaan dalam menghadapi covid-19.
 
"Kami belajar dari situasi yang ada dan mencoba beradaptasi dengan membuka divisi baru untuk mengerjakan pembuatan APD dan masker. Inovasi ini sangat mendongkrak pertumbuhan perusahaan. Kami juga bisa bantu pemerintah dengan tidak menghilangkan lapangan kerja bahkan menambah lapangan kerja baru," ujar Anne telekonferensi di Jakarta, Jumat, 18 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anne menegaskan bahwa penting untuk mengembangkan karyawan. Hal ini dilakukan agar karyawan memiliki multi skill dan kemampuan beradaptasi yang baik dan cepat.
 
"Pada proses pembuatan APD dan masker, ada pekerjaan tambahan yang membutuhkan SDM lebih dengan skill yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Pan Brothers bermitra dengan TopKarir dalam proses mencari dan mengembangkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kami. Bukan hanya karyawan yang sudah bekerja di Pan Brothers, calon karyawan baru yang kami cari pun harapannya bisa mengembangkan dirinya dan beradaptasi dengan cepat," tambah Anne.
 
Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan M. Aditya Warman memaparkan bagaimana strategi pertahanan perusahaan di tengah pandemi. Dia bilang, perusahaan perlu fokus pada pengembangan talenta kerja di dalam perusahaan.

 
"Perusahaan perlu mempertimbangkan pentingnya talenta kerja sebagai aset yang menentukan bangkitnya perusahaan di tengah pandemi. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui spesifikasi skill yang dibutuhkan, menemukan minat dan bakat dari karyawan. Jika tidak memungkinkan secara cash flow untuk rekrut karyawan baru dengan skill baru, penting untuk perusahaan mengembangkan karyawan yang ada," ungkapnya.
 
Sementara CEO TopKarir Indonesia Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengatakan bahwa PHK bukanlah satu-satunya jalan untuk menyikapi covid-19. Bila keputusannya PHK untuk merekrut kembali, maka perusahaan harus betul-betul mendapatkan talenta yang bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi saat ini.
 
"Di masa pandemi ini keberlangsungan bisnis harus dilakukan dengan cepat, aman, dan bergantung pada talenta muda yang efektif dan efisien yang dimiliki perusahaan. Talenta muda yang bekerja sesuai minat dan bakat, melek digital, multitasking,dan cepat beradaptasi," jelas Bayu.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif