PBB. Foto : AFP.
PBB. Foto : AFP.

PBB Luncurkan Program Baru Pacu Investasi SDGs di Indonesia

Ekonomi pbb investasi Ekonomi Indonesia Ekonomi Hijau ekonomi berkelanjutan
Husen Miftahudin • 04 Desember 2021 12:41
Jakarta: Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia meluncurkan program baru untuk mempercepat investasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
 
Program Indonesia/Accelerating Sustainable Development Goals (SDGs) Investment in Indonesia (ASSIST) membuka jalan bagi mekanisme investasi dan pembiayaan baru yang dibutuhkan untuk mengisi kesenjangan pendanaan SDGs di Indonesia.
 
Program ini memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan inovatif dari sumber pemerintah dan non-pemerintah (publik, swasta, dan syariah) untuk mengisi kesenjangan pendanaan SDGs sebesar USD4,7 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Perwakilan PBB di Indonesia Valerie Julliand mengatakan, pencapaian SDGs membutuhkan sumber daya dan dana yang besar. Kuncinya ada pada pemanfaatan pembiayaan yang telah ada dan sumber pembiayaan baru.
 
"Kita harus meneruskan semangat kolaborasi dan kemitraan untuk Dekade Aksi ini. Peluncuran program ini setelah Indonesia menjadi Presiden G20. Ini adalah saat yang tepat untuk membahas pembiayaan SDGs, yang telah menjadi komitmen Indonesia," ujar Julliand dalam siaran persnya, Sabtu, 4 Desember 2021.
 
Dalam program ini, PBB akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk penerbitan obligasi dan sukuk tematik bertema SDGs, instrumen blended finance, dan pinjaman terkait SDGs bersama pemangku kepentingan lainnya yang meliputi lembaga keuangan lokal, mitra pembangunan, serta asosiasi dan aktor non-pemerintah.
 
"Program ini juga memberikan peningkatan kapasitas bagi pemangku kepentingan terkait, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dipimpin oleh perempuan dan pemuda, dan memberi mereka pengetahuan untuk mengakses pembiayaan guna mendorong bisnis hijau dan berkelanjutan," tuturnya.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Bapak Luky Alfirman menuturkan bahwa program ini dipercaya yang akan meningkatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mendorong lebih banyak aktor untuk juga mengambil bagian dalam me-reorientasi investasi dan upaya untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
 
"Langkah kolaboratif dan strategis ini juga menyoroti pendekatan Indonesia yang inovatif dan berorientasi ke depan dalam mengumpulkan pendanaan baru untuk proyek-proyek SDG, memastikan Indonesia tetap berada di jalur yang tepat dalam sembilan tahun terakhir menuju 2030," ucap dia.
 
Kepala Sekretariat SDGs Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati menyatakan bahwa kesenjangan pendanaan untuk SDGs Indonesia telah meningkat sebagai akibat dari pandemi covid-19.
 
"Indonesia harus menyeimbangan pemulihan ekonomi dan kemajuan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Ke depan, kita perlu melakukan investasi tambahan untuk SDGs di masa transisi ini," pungkas Vivi.
 
Program ASSIST dimulai pada April 2021 setelah pengajuan proposal yang dipimpin oleh UNDP ke UN Joint SDG Fund berhasil mendapat persetujuan. Indonesia adalah salah satu dari empat negara yang menerima total pendanaan sebesar USD9,7 juta dari 155 proposal dari lebih dari 100 negara.
 
Dengan dukungan Program ASSIST, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan surat utang negara bertema SDGs (SDG Bond) yang pertama di Asia Tenggara sebesar 500 juta Euro. Program ini akan terus berkolaborasi dengan organisasi lain untuk mengembangkan dan menerapkan instrumen pembiayaan inovatif untuk pembangunan berkelanjutan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif