Ilustrasi para pencari kerja - - Foto: MI/ Barry
Ilustrasi para pencari kerja - - Foto: MI/ Barry

Peningkatan Kapasitas Pekerja Dibutuhkan untuk Meminimalkan Skill Gap

Ekonomi Tenaga Kerja Dunia Usaha
Suci Sedya Utami • 05 September 2021 17:47
Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) memandang peningkatan kapasitas pekerja menjadi sesuatu yang wajib dilakukan untuk meminimalkan skill gap.
 
Skill gap atau kesenjangan keahlian sering disuarakan oleh dunia industri sebagai salah satu penyebab kesulitan untuk menyerap lulusan institusi pendidikan di Tanah Air.
 
“Tidak hanya peningkatan kompetensi dasar dari sekolah, peningkatan kapasitas pekerja juga seharusnya menjadi satu isu yang harus disuarakan para pekerja dan menjadi perhatian dunia industri,” terang Peneliti CIPD Latasha Safira, Minggu, 5 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Latasha memaparkan merujuk kepada laporan UNICEF (2019), kompetensi dasar yang dibutuhkan siswa dalam perkembangan mereka adalah foundational (dasar), transferable, digital dan job-specific (khusus pekerjaan).
 
Keterampilan dasar mencakup kemampuan berhitung dan literasi, transferable adalah kemampuan yang dapat digunakan pada berbagai konteks seperti berpikir kritis, kepemimpinan serta komunikasi, digital mencakup literasi digital yang dapat memastikan siswa bisa mengikuti perubahan dalam kebutuhan industri sedangkan keterampilan terakhir adalah yang khusus dibutuhkan berbagai pekerjaan dalam industri.
 
Menurutnya, penguasaan keempat keterampilan ini sangat penting untuk meningkat produktivitas, dan membantu siswa membangun dan mengembangkan kompetensi lain. Contohnya, keterampilan berpikir kritis, akan memungkinkan siswa menghubungkan ide secara logis, dan memecahkan masalah kompleks dengan cara yang lebih baik dan efektif.
 
Banyak perusahaan di Indonesia melaporkan kesulitan dalam melakukan meningkatkan kemampuan (upskilling) dan melatih kemampuan baru (reskilling) baik bagi pekerja pemula maupun senior. Ia bilang tidak sedikit perusahaan yang mengaitkan masalah ini dengan rendahnya penguasaan keterampilan dasar, transferable serta digital ketika memasuki dunia kerja
 
Untuk tetap bisa mengikuti perkembangan dunia industri, para pekerja harus meningkatkan kapasitasnya. Peningkatan kapasitas bisa dilakukan lewat pelatihan, kursus dan juga sertifikasi.
 
Para pelaku industri juga wajib melaksanakan berbagai kegiatan terkait peningkatan kapasitas pekerjanya. Hasil dari peningkatan kapasitas pekerja memang belum tentu terlihat dalam waktu singkat. Namun dalam jangka panjang, mereka akan menjadi pekerja yang andal di bidangnya masing-masing.
 
“Para pemberi kerja atau pengusaha seharusnya dengan segera mengalokasikan anggarannya dalam kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kapasitas pekerja. Mereka juga yang akan mendapatkan manfaat kalau para pekerjanya terus up to date dengan berbagai hal yang terkait dengan kapasitasnya sebagai pekerja dan berhubungan dengan industri tempatnya bekerja,” ujar Latasha.
 
Penguasaan teknologi, teknologi digital dan bahasa asing juga menjadi hal-hal yang mulai harus diperhatikan dan dilakukan oleh para pekerja. Seiring dengan globalisasi, penerapan teknologi dan penggunaan bahasa akan lebih cenderung mengikuti dunia internasional. Untuk itu, kemampuan berkomunikasi, terlebih dalam bahasa asing, menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh para pekerja Indonesia.
 
Pencanangan Industry 4.0 oleh Presiden Joko Widodo harus direspons positif oleh dunia industri dan para pekerja. Tidak melulu menyuarakan hal-hal yang sudah sering didengar seperti soal upah, para pekerja seharusnya juga aware terhadap edukasi dan yang seharusnya mereka dapatkan sebagai seorang pekerja. Dunia industri juga sudah seharusnya merespons hal ini melalui penyediaan kegiatan untuk peningkatan kapasitas pekerja.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif