Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Kementerian ESDM: Mutu Layanan Ketenagalistrikan Meningkat di Triwulan III

Ekonomi Listrik batu bara Kementerian ESDM Listrik Padam harga batu bara
Ade Hapsari Lestarini • 22 Oktober 2021 11:13
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan mutu layanan ketenagalistrikan meningkat pada triwulan III-2021. Hal ini terlihat dari capaian System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) yang membaik dibanding capaian tahun lalu.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyampaikan SAIDI adalah ukuran seberapa lama padam, sementara SAIFI adalah ukuran seberapa sering padam. Makin kecil capaiannya dari target, maka makin bagus.
 
"Hingga triwulan III-2021, capaian SAIDI nasional mencapai 6,62 jam per pelanggan per tahun. Sedangkan target 2021 adalah 10 jam per pelanggan per tahun. Ini lebih kecil dibanding realisasi 2020 yang mencapai 12,72 jam per pelanggan per tahun," ujar Rida, dilansir dalam laman Kementerian ESDM, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, capaian SAIFI nasional hingga triwulan III-2021 4,96 kali per pelanggan per tahun. Sedangkan target 2021 adalah delapan kali per pelanggan per tahun dan realisasi 2020 mencapai 9,25 kali per pelanggan per tahun.
 
"Jadi kini sudah jarang mati lampu dan kalaupun mati lampu juga sebentar saja," kata Rida.
 
Ia lalu menyampaikan kondisi pasokan listrik saat ini. "Yang pasti kondisi listrik lebih dari cukup saat ini dan hingga akhir tahun tidak ada kenaikan tarif listrik," tegas Rida.

Komoditas batu bara

Rida lantas menjelaskan upaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjamin supply chain energi terutama batu bara. Ia mengatakan komoditas batu bara dan Liquid Natural Gas (LNG) sedang naik dan beberapa negara mulai mengalami krisis listrik dan membakar batu bara lebih banyak lagi untuk menjaga ketahanan energinya.
 
"Kita di Indonesia bersyukur punya batu bara, gas, dan lebih dari itu, dibanding negara lain kita malah sudah mengatur untuk lebih menjamin pasokan. Misal ada DMO (Domestic Market Obligation) batu bara dan DMO gas. Jadi tidak boleh seluruhnya untuk diekspor meskipun harga lebih bagus. Ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui DMO. Baik itu volumenya tapi juga harganya. Artinya negara hadir dan menjamin listrik tetap ada karena sudah diregulasi oleh Pemerintah," jelas Rida.
 
Terkait tantangan dalam supply chain terutama batu bara, Rida menyebut hal tersebut sudah menjadi perhatian Pemerintah agar dapat ditangani. Salah satunya tantangan cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir sehingga dapat mengganggu pasokan batu bara.
 
"Untuk menjaga pasokan energi baik di migas, minerba, listrik, maupun EBTKE, Kementerian ESDM membentuk tim khusus yang day by day memantau dan mengawal rantai pasok," tutur Rida.
 
Rida juga memaparkan capaian kinerja mulai dari penambahan infrastruktur pembangkit, transmisi, jaringan distribusi, gardu induk, hingga gardu distribusi.
 
Kapasitas penambahan pembangkit listrik di Indonesia pada triwulan III-2021 mencapai 936,62 megawatt (MW). Sementara, transmisi listrik terdapat penambahan sebesar 1.910,06 kms. Penambahan jaringan distribusi sebesar 9.915,63 kms, sedangkan kapasitas Gardu Induk bertambah 4.521 MVA. Penambahan Gardu Distribusi disampaikan terdapat peningkatan sebesar 1.002,63 MVA.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif