Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

PGN Buka Peluang Serap Gas Blok Masela

Ekonomi Perusahaan Gas Negara (PGN) Blok Masela
Suci Sedya Utami • 03 Desember 2020 18:39
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membuka peluang untuk menyerap pasokan gas bumi dari proyek liquefied natural gas (LNG) Abadi, Blok Masela.
 
PGN dan Inpex Masela Ltd telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang menjadi titik tolak bagi kedua belah pihak untuk memulai pembahasan atas jual beli gas dari blok tersebut.
 
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Presiden Direktur Indonesia Inpex Masela Akihiro Watanabe dan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Mukhtar serta disaksikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto di sela-sela acara 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG 2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penandatanganan ini akan menjadi milestone penting untuk kedua belah pihak," kata Syahrial, Kamis, 3 Desember 2020.
 
Pengembangan proyek LNG Abadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku memiliki cadangan terbukti mencapai 18,5 triliun kaki kubik (TCF) dan 225 juta barel kondensat. Dengan proyeksi produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA) dan gas bumi sebesar 150 juta kaki kubik per hari (mmcfd), proyek ini termasuk ke dalam proyek strategis nasional yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.
 
Dwi mengatakan MoU ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan Proyek Abadi-Masela yang merupakan salah satu proyek gas terbesar dalam waktu dekat. Di sisi lain, penyerapan gas oleh PGN menunjukkan komitmenpPemerintah dan industri hulu migas untuk memprioritaskan permintaan gas dalam negeri.
 
"Hal ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan daya saing industri nasional untuk membangun perekonomian Indonesia yang berkelanjutan," kata Dwi.
 
Dwi mengatakan komersialisasi menjadi salah satu pilar strategis dalam mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas dengan produksi gas bumi sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030.
 
Sementara itu Akihiro Watanabe menjelaskan sebagai produsen dan penjual gas bumi di Indonesia, Inpex ingin berkontribusi bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui implementasi perjanjian ini. Inpex menyambut baik dimulainya pembahasan terkait jual beli pasokan LNG dari Proyek Abadi ke perusahaan dalam negeri.
 
"Terlebih mengingat PGN sebagai perusahaan gas nasional yang memiliki dan mengelola mayoritas infrastruktur gas dalam negeri, serta bertanggung jawab untuk melaksanakan program gasifikasi di Indonesia," kata Watanabe.
 
Sebelumnya pada Februari 2020 lalu, Inpex telah menandatangani MoU dengan PT PLN dan PT Pupuk Indonesia untuk mensuplai kebutuhan gas ke pembangkit listrik tenaga gas yang dioperasikan oleh PLN dan kilang co-production yang akan dibangun Pupuk Indonesia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif