Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. FOTO: Medcom/ Husen Miftahudin
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. FOTO: Medcom/ Husen Miftahudin

Harga Minyak Merosot, SKK Migas Evaluasi Program Kerja KKKS

Ekonomi migas skk migas
Suci Sedya Utami • 10 Maret 2020 11:47
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengevaluasi program di sektor hulu migas. Hal ini bentuk langkah antisipasi terhadap penurunan harga minyak yang terjadi belakangan ini.
 
Langkah antisipatif tersebut dilakukan agar kegiatan operasi hulu migas tetap dapat dilaksanakan dengan baik sehingga target produksi tidak terdampak oleh penurunan harga minyak.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berkoordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendapatkan kebijakan yang tepat, SKK Migas. “Kami berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa, 10 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dwi mengungkapkan SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development), rencana program tahunan (WP&B), serta melalui persetujuan Authorization for Expenditure (AFE).
 
Melalui evaluasi tersebut, SKK Migas dapat mengetahui keekonomian masing-masing lapangan. Data tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menyusun strategi agar kegiatan operasi dan pengembangan lapangan tidak terhenti ketika harga minyak turun.
 
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan kemungkinan merevisi program dan kalkulasi lebih seksama atas program yang diajukan KKKS.
 
"Kami akan melakukan kalkulasi teknis dan ekonomis, untuk menentukan program-program mana yang prioritas dan mana yang direvisit, tanpa menurunkan target-target dalam WP&B,” kata Julius.
 
Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menambahkan pihaknya akan membantu KKKS melalui peningkatan pelayanan terhadap perizinan yang dibutuhkan. Harapannya, biaya dapat semakin efisien dan program dapat direalisasi tepat waktu.
 
“Seperti diketahui sebelumnya, pada awal tahun SKK Migas telah meluncurkan program One Door Service Policy (ODSP) untuk mempercepat perizinan. Momen ini kami gunakan untuk meningkatkan layanan kami kepada KKKS, melalui kerjasama dengan BKPM, sehingga pengurusan perizinan dapat dilakukan lebih cepat,” jelas Sulistya.
 
Harga minyak mentah mengalami penurunan harian terbesar sejak Perang Teluk 1991 pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), yakni hampir 25 persen. Kondisi itu terjadi ketika produsen utama Arab Saudi dan Rusia memulai perang harga yang mengancam akan membanjiri pasokan pasar minyak global.
 
Arab Saudi dan Rusia sama-sama mengatakan mereka akan meningkatkan produksi pada akhir pekan setelah pakta tiga tahun antara mereka dan produsen minyak utama lainnya untuk membatasi pasokan gagal disepakati pada Jumat, 6 Maret.
 
Moskow telah menolak untuk mendukung Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam melakukan pengurangan minyak yang lebih dalam untuk mengatasi penurunan permintaan secara substansial yang disebabkan oleh dampak virus korona terhadap perjalanan dan kegiatan ekonomi.
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif