Ilustrasi stok beras. ANT/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi stok beras. ANT/Indrianto Eko Suwarso

Pemerintah Perlu Cepat Cari Terobosan Antisipasi Krisis Pangan

Ekonomi beras ketahanan pangan
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Mei 2020 08:30
Jakarta: Pemerintah diminta segera mengantisipasi krisis pangan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Apalagi, pandemi membuat produksi sektor pertanian terhambat.
 
“Pemerintah perlu secepatnya melakukan terobosan di sektor pertanian,” kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie di Jakarta, Senin, 11 Maret 2020.
 
Jerry mengatakan sudah ada tanda-tanda yang patut diwaspadai. Salah satunya, Indonesia masih bergantung pada permintaan impor beras.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Indonesia mulai mengalami defisit beras di tujuh provinsi dan defisit jagung di 11 provinsi. Jerry mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengupayakan produksi 6,4 juta ton beras dan 1,01 juta ton jagung.
 
Kendati begitu, Jerry mengimbau pemerintah tak berpuas diri. Strategi ketahanan pangan perlu disiapkan jauh-jauh hari.
 
(Baca: Upaya Kementan Atasi Defisit Beras)
 
“Metode pengukuran dan pencapaian perlu diterapkan agar bisa mengetahui jumlah produksi, stok, dan konsumsi,” tutur Jerry.
 
Jerry mengusulkan pemerintah mencari alternatif lain untuk mengurangi kebiasaan mengonsumsi nasi. Sebagai gantinya, masyarakat bisa mengonsumsi sagu, jagung, bahkan umbi-umbian.
 
“Saat ini untuk mempertahankan pangan maka otomatis program pemerintah mestinya fokus ke pertanian,” ucap dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyoroti defisit stok pangan di beberapa provinsi termasuk komoditas penting seperti beras. Hal ini disebabkan produksi dan distribusi pangan Indonesia terganggu akibat pandemi covid-19. Defisit stok pangan dapat berubah menjadi krisis pangan bila masalah ini berkelanjutan.
 
Kepala Negara memerintahkan Kementerian Pertanian dan beberapa BUMN mencetak lahan sawah baru dengan target seluas 900 ribu hektare (ha), termasuk lahan gambut, lahan basah, dan lahan kering.
 
(Baca: Program Cetak Sawah Bukan Solusi Atasi Krisis Pangan)
 

(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif