Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.

Menteri Teten Dukung Penguatan Koperasi untuk Atasi Krisis Pangan

Ekonomi pangan UMKM
Antara • 05 Juli 2020 08:00
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendukung koperasi pangan diperkuat agar bisa mendorong pertumbuhan kekuatan ekonomi baru sekaligus mengantisipasi ancaman krisis pangan.
 
"Presiden ingin ke depan koperasi pangan harus diperkuat," kata Teten Masduki, dikutip dari Antara, Minggu, 5 Juli 2020.
 
Menurut Teten, perkuatan koperasi pangan menjadi bagian dari instruktur ketahanan pangan nasional. Untuk itu, pihaknya berharap koperasi dapat ikut andil dalam mensejahterakan anggotanya yakni para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan prioritas di sektor pangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Koperasi harus punya komitmen untuk membesarkan anggotanya yang di sektor pangan," katanya.
 
Teten menjelaskan Pemerintah Indonesia telah diingatkan oleh FAO terkait ancaman krisis pangan dunia. Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan dan tanah Indonesia yang subur itu, dengan menanam tanaman pangan.
 
"Apalagi ke depan krisis pangan. Dalam jangka pendek, sudah diingatkan oleh FAO, bahwa dunia akan hadapi krisis pangan. Harus dimanfaatkan setiap jengkal tanah kita harus dimanfaatkan tanaman pangan," tambahnya.
 
Dalam jangka panjang, kata Teten, Indonesia harus menyiapkan koperasi pangan yang kuat, melalui pembiayaan yang lebih murah dan ramah, serta persyaratan yang tidak berbelit-belit.
 
"Kita harus siapkan koperasi pangan yang kuat. sistem pembiayaan yang lebih murah, lebih ramahlah koperasi pangan dan jangan berbelit-belit," ujarnya.
 
Teten juga mengatakan sektor pangan yang bisa dikembangkan oleh koperasi adalah yang memiliki keunggulan dan Indonesia masih mengimpor, misalnya jagung dan padi. Kedua komoditas ini dinilai belum dimaksimalkan, dikarenakan masih diimpor.
 
"Pangan itu apa. Misalnya yang unggul. Padi dan jagung yang masih impor," tegas Teten.
 
Selain itu menurutnya, koperasi juga harus menyentuh sektor kelautan, dimana Indonesia memiliki kekayaan yang melimpah. Teten mencontohkan garam, rumput laut dan semua jenis ikan, berpotensi dikembangkan karena nilai ekspor yang terus tumbuh.
 
"Garam kita masih impor. Kita perlu juga masuk ke sektor kelautan. Kita unggul disitu. Mulai rumput laut hingga jenis ikan. Saya lihat ekspor ikan masih tinggi. Kita harus perkuat sektor itu," katanya.

 

(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif