Pupuk. Foto : MI/Safir Makki.
Pupuk. Foto : MI/Safir Makki.

Volume Produksi Pupuk Indonesia Grup Capai 3.1 Juta Ton

Ekonomi bumn pupuk
Annisa ayu artanti • 30 April 2020 17:36
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat produksi pupuk sepanjang kuartal I-2020 sebesar 3,1 juta ton atau naik 14,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan pertumbuhan tersebut karena kondisi pabrik yang dapat beroperasi secara optimal dengan rate yang cukup tinggi.
 
Total produksi tersebut terdiri dari 2.070.140 ton urea, 688.196 ton NPK, 132.473 ton SP-36, 212.262 ton ZA, dan 1.270 ton ZK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Peningkatan volume produksi salah satunya juga disebabkan pengoperasian pabrik Amurea II yang mulai komersil sejak Agustus 2018," kata Aas dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 April 2020.
 
Aas menegaskan produksi Pupuk Indonesia diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan pupuk dalam negeri, khususnya kebutuhan untuk sektor tanaman pangan.
 
"Bila kebutuhan untuk subsidi dan sektor pangan dalam negeri sudah terpenuhi dan stoknya dipastikan aman, baru kita akan menjual hasil produksi ke sektor komersil maupun ekspor," jelas Aas.
 
Lebih lanjut, Aas menambahkan jumlah kapasitas produksi Pupuk Indonesia saat ini mencapai total 14.01 juta ton terdiri dari produksi urea sebanyak 9,36 juta ton, produksi NPK sebanyak 3,38 juta ton NPK, produksi SP-36 sebanyak 500 ribu ton, produksi ZA sebanyak 750 ribu ton, dan produksi ZK 20 ribu ton.
 
Di sisi lain, tak hanya produk pupuk, produksi non pupuk perseroan juga mengalami peningkatan di tiga bulan pertama tahun ini. Tercatat, produksi non pupuk mencapai 1,87 juta ton, lebih tinggi dibanding produksi periode sama tahun lalu yang sebesar 1,5 juta ton.
 
Menurut Aas, berkat langkah transformasi bisnis yang telah dilakukan, kini biaya produksi pupuk dapat lebih efisien. Contohnya rasio konsumsi gas untuk urea sebesar pada 2019 hanya 27,56 mmbtu per ton, lebih efisien dari rencana 28,28 mmbtu per ton. Sedangkan rasio konsumsi gas untuk amoniak sebesar 35,92 mmbtu per ton yang juga lebih efisien dari rencana sebesar 36,05 mmbtu per ton.
 
"Efisiensi ini penting dalam mengurangi beban pemerintah atas subsidi, termasuk untuk peningkatan daya saing produk Pupuk Indonesia Grup," tukasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif