Ilustrasi proyek migas - - Foto: dok Antara
Ilustrasi proyek migas - - Foto: dok Antara

SKK Migas-KKKS Jaga Target Produksi di 2021

Ekonomi migas skk migas Kementerian ESDM
Suci Sedya Utami • 23 September 2020 16:28
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat untuk mempertahankan target produksi migas pada 2021.
 
Kesepakatan tersebut terbentuk dalam kegiatan 1st CEO Forum 2020 yang diselenggarakan oleh SKK Migas dan dihadiri oleh 98 KKKS produksi dan eksplorasi. Seluruh pihak sepakat bahwa produksi migas nasional di tahun depan tidak mengalami penurunan alias memenuhi target.
 
Pada tahun depan, pemerintah menargetkan produksi listrik siap jual (lifting) minyak sebesar 705 ribu barel per hari (bph) dan gas sebesar 5.638 juta standar kaki kubik (mmscfd).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"SKK Migas tadi mempersilakan KKKS segera mengajukan rencana tambahan, dan kami akan memproses lebih cepat. Harapannya mulai awal 2021 semua kegiatan sudah bisa dilaksanakan sehingga target dapat dicapai," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Rabu, 23 September 2020.
 
Dwi menjelaskan forum ini dilaksanakan sebagai wadah diskusi bersama untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan dalam mencapai target produksi jangka panjang satu juta bph di 2030.
 
Berdasarkan diskusi tersebut, KKKS meminta dukungan dalam proses perizinan serta percepatan komersialisasi agar pengembangan lapangan migas dapat segera dilakukan.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial meminta seluruh pihak untuk bekerja lebih keras dalam mencapai target di tahun ini.
 
Karena itu, pemerintah akan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Hal ini ditunjukkan dengan kebijakan pemberian insentif dalam kegiatan usaha hulu migas.
 
"SKK Migas dan KKKS perlu memiliki pandangan yang sama dan melakukaneffortyang lebih besar untuk dapat menjalankan kegiatan operasional migas yang baik," ujar Ego.
 
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman Parhusip mengatakan pihaknya mempersiapkan berbagai upaya dalam mengelola ladang-ladang migas yang berusia tua.
 
"PHE telah mempersiapkandevelopment well, workover, well servicelebih baik, termasuk juga menyiapkan lokasi, rig,dan kontrak-kontrak yang lebih baik sehingga di 2021 sudah bisa melakukan pekerjaan. Kami berharap kerja sama yang penuh, sehingga pelaksanaanya menjadi lancar," jelas Budiman.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif