Foto: Medcom.id.
Foto: Medcom.id.

Harga Sembako Terkendali, Inflasi Terjaga

Ekonomi harga sembako kementerian perdagangan sembako
Ade Hapsari Lestarini • 28 Mei 2020 11:28
Jakarta: Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan beberapa kebijakan pengendalian harga dinilaicukup berhasil menahan kenaikan harga selama Ramadan bahkan jelang Idulfitri.
 
Kebijakan-kebijakan tersebutdi antaranya memotong rantai distribusi, menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk gula, memperbanyak pasokan ke pasar melalui kebijakan importasi, serta rutin menggelar operasi pasar di berbagai daerah.
 
Ekonom sekaligus pengajar Perbanas Institute Piter Abdullah menjelaskan pada Ramadan dan Lebaran tahun ini memang sangat berbeda dengan biasanya, seiring dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan juga imbauan tidak mudik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tekanan inflasi selama wabah ini memang tidak cukup besar, terutama bila dibandingkan dengan kondisi normal," ucap Piter, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Menurut Piter, jika dibandingkan hari-hari biasa, memang seminggu sebelum Idulfitri terdapat kenaikan permintaan terhadap berbagai kebutuhan sembako dibandingkan kondisi normal, namun jauh lebih rendah.
 
Oleh karena itu, dengan permintaan yang jauh lebih rendah, sementara pasokan bahan pokok atau sembako dijaga oleh pemerintah, maka inflasi lebih stabil. "Tidak ada lonjakan inflasi yang terlalu besar," ucap Piter.
 
Ia menjelaskan inflasi di Indonesia utamanya adalah terkait suplai termasuk di antaranya permasalahan distribusi. Panjangnya rantai distribusi dan adanya pihak yang bermain, seringkali mengakibatkan kegagalan pasar, harga mengalami kenaikan yang tidak wajar. Menurut Piter persoalan itu perlu terus diperbaiki dan wabah covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum.
 
"Sekarang sudah banyak gerakan yang mempertemukan suplai dan demand. Bagaimana kita bisa belanja langsung ke petani secara online. Gerakan ini bisa menjadi bagian dari new normal yang akan mengurangi kegagalan pasar. Dengan demikian inflasi ke depan bisa lebih stabil," ucap Piter.
 
Selain itu kebijakan pemerintah bersinergi dengan kalangan industri, membuat beras dan gula tidak akan langka. Dengan pemanfaatan jaringan online, rantai distribusi justru relatif terpangkas dan mendorong harga lebih rendah.
 
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto sebelumnya memastikan pemerintah terus menjaga pasokan sekaligus menstabilkan harga bahan pokok. Misal, untuk memenuhi stok bawang diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura. Melalui beleid izin impor komoditas bawang putih dan bawang bombai dipermudah.
 
Kemendag juga bekerja sama dengan Satgas Pangan dan dinas-dinas terkait di seluruh kota Indonesia untuk memastikan pasokan maupun stabilisasi harga. Melalui pemantauan pasar yang rutin dilaksanakan Kemendag, diharapkan harga bapok akan terus terkendali khususnya di daerah-daerah di seluruh Indonesia.
 
Agus pun mendengar keluhan pedagang. Dirinya berharap agar virus korona dapat segera berakhir. Sehingga ekonomi kembali pulih, termasuk meningkatnya kembali daya beli masyarakat.
 
"Mudah-mudahan ya, doa semuanya habis ini (wabah virus corona), pandeminya habis. Tahun ini kita harus gotong royong, ya pak ya. Kalau ada kesulitan suplai (pasokan), beritahu kami pak," tambah Agus Suparmanto.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif