Ilustrasi Bank Pembangunan Asia (ADB) - - Foto: dok AFP
Ilustrasi Bank Pembangunan Asia (ADB) - - Foto: dok AFP

ADB Beri Pinjaman Rp4,45 Triliun untuk Proyek Panas Bumi

Ekonomi pinjaman luar negeri adb geo dipa energi
Suci Sedya Utami • 28 Mei 2020 20:15
Jakarta: Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman USD300 juta atau setara Rp4,45 triliun. Dana tersebut untuk membantu PT Geo Dipa Energi menambah kapasitas pembangkit listrik panas bumi hingga 110 megawatt di Pulau Jawa.
 
Direktur ADB untuk Indonesia Winfried F Wicklein mengatakan bantuan yang diberikan sejalan dengan sasaran jangka panjang Indonesia dalam memaksimalkan penggunaan sumber daya energi dari dalam negeri, menambah bauran energi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan. ADB juga akan mengelola pinjaman USD35 juta dari Clean Technology Fund (CTF) untuk proyek tersebut.

 
"ADB akan membantu Indonesia memerangi perubahan iklim dan menjadikan sistem kelistrikan negara ini lebih berkelanjutan, andal, dan efisien, sekaligus juga membantu dunia usaha dan konsumen mengakses energi yang terjangkau, andal, dan modern,” kata Winfried dalam keterangan resmi, Kamis, 27 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia diperkirakan memiliki potensi panas bumi mencapai 29 gigawatt (GW) yang merupakan potensi terbesar di dunia. Saat ini kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia sebesar 2,1 GW yang merupakan terbesar kedua di dunia.
 
Ia bilang operasi sektor swasta ADB telah lama mendukung berbagai proyek panas bumi di Muara Laboh, Rantau Dedap, dan Sarulla. Namun, pengembangan tenaga listrik dari panas bumi masih berlangsung lambat, terutama karena fase eksplorasi yang mahal, lama, dan berisiko tinggi.
 
Proyek yang disetujui ADB ini akan mendukung pembangunan dan commissioning dua pembangkit listrik tenaga panas bumi di Dieng di Jawa Tengah, dan Patuha di Jawa Barat yang digarap oleh PT Geo Dipa Energi. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas pengembangan PT Geo Dipa Energi dan mendukung pelibatan erat masyarakat sekitar, termasuk perempuan dan kelompok rentan yang lain.

 
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Ibrahim menambahkan proyek ini akan meningkatkan kemampuan PT Geo Dipa Energi untuk mengembangkan lebih banyak proyek panas bumi, melaksanakan pengeboran yang didukung pemerintah, dan menarik investasi sektor swasta yang sangat diperlukan guna mengembangkan daerah panas bumi baru.
 
Selain itu, PT Geo Dipa Energi akan menyediakan dukungan langsung bagi komunitas di sekitar lokasi proyek, termasuk perempuan dan kelompok rentan lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan penghidupan mereka.

 
“Kegiatan yang merupakan poyek Strategis Nasional ini akan meyediakan listrik ramah lingkungan dalam jaringan Jawa Bali dan menurunkan emisi CO2 lebih dari 700 ribu ton per tahunnya,” ujarnya.
 
Sementara itu, Spesialis Senior untuk Energi di Departemen Asia Tenggara ADB Shannon Cowlin mengatakan proyek ini juga akan menjadi pengalaman penting bagi pengembangan sektor energi panas bumi Indonesia, khususnya menarik investasi sektor swasta dengan mengurangi risiko di tahap awal pengembangan proyek. Pinjaman proyek di tengah pandemi akan membantu memastikan pemulihan ekonomi Indonesia yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan bertahan.
 
“Peran serta ADB juga akan membantu dalam menjadikan transisi energi bersih sebagai bagian penting pemulihan Indonesia dari pandemi. Proyek ini akan menciptakan lapangan kerja bagi para pemasok barang dan jasa di industri panas bumi, minyak dan gas, yang terdampak oleh pandemi covid-19,” tambahnya.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif