Menteri BUMN Erick Thohir. Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir. Istimewa

Sering Turun ke Masyarakat, Erick Thohir Dinilai Punya Kesamaan dengan Jokowi

Al Abrar • 17 Mei 2022 17:19
Jakarta: Pengamat Politik Suropati Syndicate Muhammad Shujahri menilai Menteri BUMN Erick Thohir punya kesamaan dengan Presiden Jokowi. Kesamaan itu yakni kerap terjun ke masyarakat untuk mendengarkan aspirasi.
 
Menurut Shujahri, Erick yang sering turun ke tengah masyarakat, pesantren, kampus, komunitas, petani, nelayan, dan UMKM semata untuk kepentingan rakyat dan menjaga pondasi ekonomi rakyat. Selain itu untuk memastikan terlaksananya program Pemerintah. 
 
"Kemiripan Pak Erick dan Pak Jokowi itu bukan sekadar di aspek sering turun lapangannya, tetapi kemampuan mengobjektifikasi masalah ketika turun langsung sehingga mampu melahirkan kebijakan yang cepat dan objektif itu yang sangat mirip," kata dia, Selasa, 17 Mei 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Shujahri mengatakan, Kementerian BUMN, di bawah kepemimpinan Erick Thohir dinilai sukses melakukan reformasi dan transformasi, Erick menutup celah-celah korupsi di BUMN dan meningkatkan pendapatan yang signifikan. 
 
Selain itu, kemampuan yang dimiliki Erick dalam memimpin BUMN cukup kuat dan tepat dalam mengambil berbagai kebijakan dan solusi atas permasalahan atau beberapa kasus yang sempat menimpa BUMN.
 
"Kemampuan seperti itu mutlak dimiliki karena untuk mencapai target yang telah dibuat tidak jarang muncul kendala apalagi dalam level pemerintah pusat tentu saja kendala yang dihadapi sangat kompleks. dalam menghadapi kendala ini setiap menteri dituntut punya skill problem solving yang kuat. Dalam berbagai kasus di BUMN, Pak Erick cukup cepat dan tepat dalam mengambil tindakan," ungkapnya. 
 
Baca: Kinerja Erick Thohir Disebut Membuat Kabinet Jokowi Berprestasi
 
Shujahri mengingatkan, seharusnya jika ingin mengkritik kinerja dari seorang menteri jangan hanya lewat unggahan media sosialnya saja, namun harus melihat dari indikator capaian kinerjanya.
 
"Menurut saya kalau ingin mengkritik kinerja menteri itu jangan lewat medsosnya tapi lewat indikator capaian target yang telah dibuat tiap tahunnya," ujar Shujahri. 
 
Shujahri menambahkan, media sosial yang digunakan seorang menteri tentunya tidak harus tentang pekerjaannya sebagai pejabat negara, melainkan juga bisa terkait hal-hal kehidupan pribadi atau keluarga.
 
"Kalau medsosnya yang dijadikan acuan bisa standar ganda karena selayaknya masyarakat umum, pengguna medsos itu seringkali menggunakan medsos untuk membagikan momen-momen pribadi tidak melulu pekerjaan sehari-hari," kata dia.
 
Lebih jauh, Shujahri menjelaskan, hampir seluruh elemen dalam pemerintahan itu berfungsi sebagai pelayan publik, termasuk di dalamnya Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kata dia, semua entitas negara harus turun langsung ke masyarakat.
 
"Jadi jangan di balik-balik, yang paham akan substansi tugasnya justru harus turun langsung. Sejauh pengamatan saya belum ada masyarakat yang protes ketika melihat pemimpinnya sering turun berjumpa masyarakat," jelasnya.
 
(ALB)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif